EBuzz – Emiten energi baru terbarukan (EBT), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) memperluas portofolio pembangkit hijaunya setelah ditunjuk oleh PT PLN (Persero) sebagai pemenang tender Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2. Proyek yang berlokasi di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini memiliki kapasitas 45 MW, menjadikannya proyek terbesar dalam sejarah perseroan hingga saat ini.
Keberhasilan ini ditandai melalui Letter of Intent (LOI) dari PLN tertanggal 11 Mei 2026. Dengan masuknya proyek PLTA Pakkat 2, total kapasitas terpasang (installed capacity) KEEN diproyeksikan melonjak signifikan sebesar 65%, dari posisi saat ini 69 MW menjadi 114 MW setelah pembangkit tersebut beroperasi secara komersial.
Direktur Keuangan KEEN, Giat Widjaja, menegaskan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan ambisi perseroan dalam memperbesar kontribusi terhadap bauran energi bersih nasional. Proyek ini dipandang sebagai tonggak penting dalam mendukung program transisi energi yang dicanangkan pemerintah.
“Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang KEEN dalam memperbesar kontribusi terhadap pengembangan energi bersih nasional sekaligus mendukung program transisi energi pemerintah menuju bauran energi yang lebih ramah lingkungan,” jelas Giat melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2026).
Nilai Investasi PLTA Pakkat

Ia menambahkan, nilai investasi untuk pembangunan PLTA Pakkat 2 mencapai US$116 juta dengan masa konstruksi yang diprediksi memakan waktu sekitar empat tahun. Menurutnya, saat ini perseroan tengah bersiap memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN sebagai prasyarat sebelum memulai pengerjaan fisik di lapangan.
Baca Juga : Perkuat Portofolio, Anak Usaha PSAB Caplok 20% Saham JRBM
“Proyek baru ini akan semakin memperkuat portofolio pembangkit energi terbarukan Perseroan, khususnya di sektor tenaga air yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan usaha perusahaan,” imbuhnya.
KEEN optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai perusahaan energi hijau nasional yang berkelanjutan.
