WBSA Masuk Kategori HSC, OJK : Investor Hati-Hati Kejebak

EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan saham emiten perdana tahun 2026, PT BSA Logistic Tbk (WBSA), ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini diambil setelah otoritas mendeteksi adanya konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, mencapai 95,82% dari total saham warkat dan non-warkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa identifikasi status HSC ini merupakan hasil penghitungan pasca-IPO guna memantau sebaran kepemilikan riil di pasar.

Kendati demikian, status tersebut bukan merupakan bentuk pelanggaran regulasi. Namun, pihak regulator mengingatkan bahwa struktur kepemilikan yang terpusat pada segelintir pihak tersebut membawa risiko pasar yang signifikan bagi para pemegang saham publik.

“Setelah IPO baru dihitung. Karena kan IPO-nya mengikuti ketentuan, free float-nya cukup dan sebagainya. Tapi kemudian kita lihat ternyata ada konsentrasi kepemilikan atau tidak. Investor kalau kok ternyata saham ini terbukti ada konsentrasi kepemilikan, nah itu kan sederhananya kemungkinan besar atau dampak langsungnya adalah sangat rentan atas volatilitas,” ungkap Hasan di Gedung BEI, Rabu (13/5/2026).

Hasan menambahkan bahwa, pengumuman kategori HSC ini berfungsi sebagai early warning system agar investor menyadari potensi pergerakan harga yang ekstrem (naik-turun secara signifikan).

BEI Pantau Transaksi WBSA

Senada dengan hal tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa otoritas bursa kini tengah melakukan pengawasan ketat terhadap pola transaksi saham WBSA, baik dalam proses distribusi saat IPO maupun pergerakan di pasar sekunder.

“Itu nanti akan oleh pengawas untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Bagaimana proses distribusi pada saat IPO, dan kemudian juga kita perhatikan bagaimana transaksi di pasar sekundernya,” jelas Jeffrey.

Baca Juga : Jadi Emiten Pertama di Bursa, Emiten Logistik (WBSA) Cetak Oversubscribe 386 Kali Lipat

Sebagai catatan, WBSA resmi mencatatkan sahamnya pada 10 April 2026 dengan melepas 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75% dari modal ditempatkan pada harga Rp168 per saham.

Emiten jasa logistik multimoda ini berhasil meraup dana segar senilai Rp302,4 miliar dan sempat mencetak kenaikan harga hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52% pada debut perdana perdagangannya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini