EBuzz – Emiten jasa laboratorium kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), membukukan performa keuangan yang impresif pada pembukaan tahun fiskal 2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp501,4 miliar, tumbuh 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melesatnya kinerja keuangan perseroan di sepanjag kuartal I-2026 ini, merupakan capaian tertinggi bagi Prodia dalam dua tahun terakhir. Selain itu, pertumbuhan top line ini didorong oleh segmen tes rutin dan tes esoterik yang permintaannya terus berkelanjutan.
Seiring kenaikan volume kunjungan pasien, beban pokok pendapatan tercatat naik 4,4% (YoY) menjadi Rp229,3 miliar. Meski demikian, efisiensi pada biaya operasional berhasil mendongkrak laba bersih secara signifikan sebesar 150,1% menjadi Rp17,9 miliar, melonjak tajam dibandingkan kuartal I-2025.
Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi, menjelaskan bahwa performa awal tahun ini akan menjadi acuan strategis perseroan dalam menghadapi dinamika pasar, termasuk tren musiman.
“Kuartal I-2026 menjadi referensi awal bagi Perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman Ramadan dan Idul Fitri. Kami merespons melalui kampanye #TenangKarenaTau serta memperkuat layanan dengan pembukaan klinik stem cell dan autoimun,” ujar Liana Kuswandi dalam keterangan persnya, Rabu (29/4/2026). (30/4).
Penguatan Ekosistem Digital

Liana menambahkan bahwa Prodia tengah mengakselerasi strategi melalui penguatan ekosistem digital dan pengembangan precision medicine. Selain itu, Perseroan juga mulai memperkenalkan layanan baru seperti Panel Arbovirus (Multiplex PCR) dan Advanced Lipid Profile.
“Kami baru saja meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong Tangerang dan Stemcell Clinic di Pondok Indah, Jakarta,” imbuhnya.
Sementara Direktur Keuangan & Keberlanjutan PRDA, Marina Eka Amalia menyampaikan bahwa, PRDA memiliki total aset sebesar Rp2,6 triliun dengan posisi ekuitas Rp2,4 triliun dan liabilitas Rp263,5 miliar. Profil leverage yang sehat ini didukung oleh arus kas operasi yang kuat sebesar Rp112,2 miliar.
“Fondasi keuangan perseroan tetap berada dalam kondisi sehat dan resilien. Kami disiplin dalam pengelolaan biaya dan memastikan setiap investasi memiliki Return on Investment yang jelas,” tegas Marina.
Baca Juga : Ini Alasan Prodia (PRDA) Ambil Alih 30% Saham Prodia Stemcell Indonesia
Menurutnya, Perseroan hingga saat ini tetap memantau eskalasi konflik geopolitik global. Namun, manajemen memastikan bahwa hingga saat ini dinamika tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan dan tetap diantisipasi secara prudent.

