Bos Indointernet (EDGE) Bongkar Alasan di Balik Rencana Delisting

EBuzz – PT Indointernet Tbk (EDGE) telah memutuskan untuk hengkang dari Bursa Efek Indonesia dengan mekanisme penghapusan pencatatan saham atau delisting. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi di sektor infrastruktur digital dan pusat data (data center).

Chief Executive Officer (CEO) Indonet yang baru ditunjuk, Donauly Situmorang, menjelaskan bahwa keputusan delisting ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perseroan dalam mengeksekusi rencana strategis masa depan.

“Rencana delisting ini merupakan langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam menjalankan rencana jangka panjang,” ujar Donauly Situmorang dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026). (24/4).

Fleksibilitas Bisnis Usai Delisting

Donauly menambahkan bahwa integrasi yang lebih erat akan membawa keuntungan kompetitif bagi operasional perusahaan secara keseluruhan. “Sebagai bagian dari Digital Edge Group, integrasi yang lebih erat akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, optimalisasi alokasi modal, serta keselarasan yang lebih kuat di seluruh platform,” tambahnya.

Sementara itu, Indonet melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan pendapatan bersih mencapai Rp842,1 miliar. Pertumbuhan ini dipicu oleh lonjakan permintaan di segmen jaringan sebesar 22% dan segmen data center yang tumbuh signifikan hingga 48% (yoy).

Secara operasional, perusahaan tengah mengebut ekspansi jaringan fiber bawah tanah yang menghubungkan Jakarta dengan klaster pusat data di Bekasi, Cibitung, dan Karawang.

Baca Juga : Hengkang dari Bursa, Harga Tender Offer Indointernet (EDGE) Rp11.500 per Saham

Di sisi fasilitas, kapasitas pusat data EDGE1 dilaporkan telah terkontrak penuh, sementara EDGE2 telah mencapai sekitar 70% kapasitas terkontrak hingga akhir 2025. Indonet juga tengah mengembangkan kampus pusat data hyperscale di kawasan industri GIIC dengan kapasitas awal 500MW yang dapat ditingkatkan hingga 1GW. Proyek raksasa ini disiapkan khusus untuk menangkap permintaan beban kerja berbasis kecerdasan buatan (AI) di masa mendatang.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini