EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam daftar antrean (pipeline) pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Namun, 9 calon emiten lainnya yang berada di dalam pipeline, statusnya saat ini masih berada dalam proses evaluasi mendalam serta penelaahan dokumen prasyarat go public.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, untuk 9 calon emiten lainnya yang berada di dalam pipeline, statusnya saat ini masih berada dalam proses evaluasi mendalam serta penelaahan dokumen prasyarat go public.
“BEI terus melakukan peninjauan aspek kepatuhan, pemenuhan administrasi, serta kelayakan finansial guna memastikan kualitas emiten baru yang akan melantai di pasar modal,” jelas Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).
3 Perusahaan Siap IPO

Lebih lanjut Nyoman menegaskan bahwa, dari total antrean tersebut, sebanyak tiga perusahaan menunjukkan perkembangan signifikan dan berada dalam tahap finalisasi perizinan. Satu perusahaan yang bergerak di sektor Consumer Non-Cyclicals dilaporkan telah resmi mengantongi Persetujuan Prinsip Bursa.
Sementara itu, dua perusahaan lain yang bergerak di sektor Healthcare dinilai memiliki komitmen pemenuhan dokumen yang kuat, sehingga berpotensi besar untuk mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa pada bulan ini.
“Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026,” ujarnya.
Baca Juga : Antrean IPO Menyusut Jadi 12 Perusahaan, Bos BEI Ungkap Masalahnya
Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean atau pipeline pencatatan saham melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) kini menyusut menjadi 12 perusahaan per 5 Juni 2026. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan posisi per 22 Mei 2026 yang sempat diisi oleh 15 calon emiten.

