EBuzz – Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja impresif sepanjang periode perdagangan 13-17 April 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) melonjak signifikan sebesar 17,6% menjadi Rp20,36 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp17,32 triliun per hari.
PH Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon menjelaskan, peningkatan aktivitas pasar ini juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian yang melambung 33,1% menjadi 42,98 miliar saham, dari sebelumnya 32,28 miliar saham per hari.
“Sejalan dengan itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir mencatatkan lompatan 32,7% menjadi 2,72 juta kali transaksi, dibandingkan pekan lalu yang sebanyak 2,05 juta kali per hari,” ujar Valentina dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).
Kapitalisasi Pasar BEI Melejit

Selain itu, seiring dengan melesatnya nilai transaksi harian, Valentina menambahkan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengikuti tren positif tersebut. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG bertengger di level 7.634, atau melejit 2,35% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya di level 7.458.
Kenaikan indeks ini secara otomatis mendongkrak nilai kapitalisasi pasar atau market cap di BEI.
“Hingga akhir pekan ini, total kapitalisasi pasar mencapai Rp13.635 triliun, meningkat 2,35% dari penutupan pekan sebelumnya yang sebesar Rp13.189 triliun,” pungkasnya.
Baca Juga : BEI Umumkan Delisting Masif, 18 Saham Bakal Dihapus per November 2026
Disisi lain, meski indikator domestik menunjukkan penguatan, aliran modal asing justru mencatatkan arah sebaliknya. Pada perdagangan Jumat, investor asing membukukan nilai jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp931,61 miliar di seluruh pasar. Akumulasi aksi jual investor asing sepanjang tahun berjalan (YTD) 2026 kini telah menembus angka Rp39,86 triliun.
“Fluktuasi ini merupakan bagian dari dinamika pasar global dan domestik yang memengaruhi perilaku investor,” ucap Valentina.

