EBuzz – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Huawei Tech Investment (Huawei) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) strategis tripartit untuk mempercepat adopsi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) di seluruh sistem perkeretaapian Indonesia.
Melalui kerja sama ini, ketiga entitas akan mengeksplorasi serta mengimplementasikan solusi canggih yang terbagi dalam tiga pilar utama. Pertama, kerja sama infrastruktur ICT yang mencakup penyediaan jaringan backbone dengan keandalan tinggi, jangkauan nirkabel berkualitas di area stasiun dan depo, serta penggunaan solusi Cloud untuk fleksibilitas ekspansi layanan.

Kedua, pengembangan jaringan dan aplikasi 5G Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) untuk proyek percontohan di jalur Rangkasbitung – Tanah Abang yang difokuskan pada keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta cerdas.
Ketiga, penerapan deteksi gerbong barang berbasis AI melalui analisis video otomatis guna mengurangi inspeksi manual dan meningkatkan efisiensi perputaran logistik.
CEO PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi terdepan. Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi mutakhir guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan perkeretaapian.
“Kolaborasi dengan SURGE dan Huawei ini akan mempercepat transformasi digital kami, memberikan manfaat bagi ratusan juta penumpang dan pelanggan angkutan barang di seluruh Indonesia,” ujar Bobby saat penandatanganan kerja sama di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Modernisasi Transportasi Publik

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama SURGE, Yune Marketatmo, menilai kolaborasi ini sebagai tonggak penting dalam upaya modernisasi transportasi publik nasional. Selain itu, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam modernisasi sistem perkeretaapian Indonesia.
“Dengan menggabungkan keahlian infrastruktur digital SURGE, teknologi mutakhir Huawei, serta kepemimpinan operasional KAI, kami menghadirkan solusi 5G+AI kelas dunia untuk perkeretaapian Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, implementasi teknologi ini diharapkan mampu mengubah lanskap operasional perkeretaapian domestik melalui digitalisasi end-to-end, mulai dari pemantauan infrastruktur hingga manajemen perjalanan kereta yang lebih terintegrasi dan cerdas.
“Kesepakatan tripartit ini juga menandai babak baru dalam integrasi teknologi 5G untuk sektor transportasi di Asia Tenggara,” pungkas Yune.
Baca Juga : RUPS WIFI Setujui Perubahan Penggunaan Dana PMHMETD untuk Akselerasi Proyek IRA – Internet Rakyat
Sedangkan dari sisi penyedia teknologi, CEO Huawei Smart Rail BU, Raymond Zuo, menyatakan dukungannya untuk menghadirkan sistem komunikasi real-time dan pemeliharaan prediktif pada infrastruktur kereta api Indonesia.
“Huawei bangga dapat mendukung KAI dan SURGE dalam inisiatif strategis ini. Solusi 5G FRMCS dan aplikasi berbasis AI kami akan membantu mentransformasi operasional perkeretaapian Indonesia, memungkinkan komunikasi real-time, pengaturan perjalanan cerdas, serta pemeliharaan prediktif,” ungkapnya.

