EBuzz – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengawali periode awal tahun 2026 dengan mencatatkan grafik pertumbuhan operasional yang signifikan melalui realisasi kunjungan kapal konsolidasi sebanyak 593 call.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 23,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau terdapat penambahan sebanyak 111 kunjungan. Lonjakan performa ini juga terlihat pada segmen kargo truk dan bus yang mengalami eskalasi volume sebesar 50,61 persen secara tahunan, dengan total penambahan unit mencapai 17.062 kendaraan.

Secara agregat, kinerja operasional terminal kendaraan yang mencakup unit CBU, alat berat, serta truk dan bus tumbuh sebesar 13,53 persen, yang menandakan penguatan aktivitas layanan di seluruh terminal yang dikelola oleh emiten anak usaha Pelindo ini.
CEO IPCC, Sugeng Mulyadi menjelaskan bahwa, akselerasi kinerja ini dipacu oleh transformasi sistem operasional melalui implementasi PTOS-C sebagai platform digital terintegrasi untuk pengelolaan terminal internasional maupun domestik.
Baca Juga : Perluas Bisnis, IPCC Kelola Terminal Penumpang RoRo di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Penerapan teknologi ini bertujuan untuk mengoptimalkan efektivitas layanan, mempercepat siklus operasional, serta meningkatkan transparansi bagi para pengguna jasa logistik.
“Ini merupakan langkah krusial dalam membangun ekosistem operasional yang lebih efisien dan andal guna menghadapi dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026). (16/3).
Sugeng menambahkan, untuk menjaga konsistensi kinerja, perusahaan melakukan standarisasi pada lima terminal satelit yang didukung oleh sistem operasional berbasis digital secara merata. Peningkatan signifikan pada kargo truk dan bus sebesar 50,61 persen ini juga dipengaruhi oleh aktivitas sektor pertambangan domestik yang terakselerasi oleh kebijakan hilirisasi mineral.
“Program penguatan swasembada pangan dari Kementerian Pertanian yang mencakup perluasan lahan sawah baru turut mendorong kebutuhan akan distribusi alat produksi dan sarana angkut melalui terminal IPCC,” imbuhnya.
Kargo CBU Jadi Penopang Utama

Sementara itu, Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono, menyatakan bahwa, total penanganan kargo kendaraan secara konsolidasi dalam dua bulan pertama tahun 2026 mencapai 195.729 unit, meningkat 23.319 unit, yang sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam mendukung distribusi kendaraan di pasar domestik maupun mancanegara. Data ini terdiri dari, penanganan kargo untuk segmen kargo Completely Built Up (CBU) dan kargo untuk alat berat.
Di mana hingga Februari 2026, IPCC telah menangani sebanyak 62.630 unit CBU atau meningkat sekitar 35 persen secara tahunan, di mana Vietnam menjadi destinasi ekspor utama dengan volume mencapai 11.672 unit.
“Secara konsolidasi, segmen kargo CBU berhasil melayani total 139.480 unit kendaraan, mengalami kenaikan sebesar 4,41 persen dibandingkan tahun lalu,” tegas Bagus.
Baca Juga : IPCC Bangun Layanan Logistik Terintegrasi untuk Dominasi Asia–Oseania
Sedangkan, untuk sektor alat berat menunjukkan performa positif sebagai kontributor terbesar kedua bagi aktivitas operasional perusahaan dengan total penanganan sebanyak 5.477 unit hingga Februari 2026.

“Angka tersebut naik 7,08 persen atau bertambah 362 unit dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, seiring dengan dukungan perusahaan terhadap ekosistem hilirisasi pertambangan nasional,” tutupnya.

