BUMA Kantongi Kontrak Adaro hingga 2030, Garap Praoduksi 44 Juta Ton Batu Bara

EBuzz – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang merupakan anak usaha dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), resmi memperoleh kontrak jasa pertambangan jangka panjang dari PT Adaro Indonesia. Kontrak ini memperkuat posisi BUMA di industri pertambangan batu bara nasional.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 23 Februari 2026, disebutkan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani pada 20 Februari 2026.

“Kerja sama ini mencakup kegiatan jasa pertambangan di area Tambang Tutupan Selatan, yang berlokasi di Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan,” tulis manajemen BUMA.

Ruang Lingkup dan Durasi Kontrak

Kontrak akan mulai berlaku pada 1 April 2026 dan berakhir pada 31 Desember 2030. Selama periode tersebut, BUMA akan menangani pekerjaan dengan skala besar, antara lain:

  • Pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) sekitar 239 juta bcm
  • Produksi batu bara sekitar 44 juta ton

Manajemen BUMA menegaskan bahwa dalam kontrak ini tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan dan PT Adaro Indonesia.

Baca juga: Dirut Mundur, MDTV Media Pastikan Operasional Perusahaan Tetap Stabil

Dampak bagi Kinerja Perusahaan

Manajemen menilai kontrak jangka panjang ini akan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha BUMA. Kerja sama dengan Adaro diproyeksikan dapat meningkatkan kinerja keuangan maupun operasional perseroan ke depan.

“Kontrak dengan Adaro diharapkan dapat memperkuat kinerja keuangan dan operasional perseroan,” tulis manajemen dalam laporan yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama Nanang Rizal Achyar dan Direktur Silfanny Fadillah Bahar.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini