The Fed Tahan Suku Bunga, Perpecahan Internal Terburuk Sejak 1992

Ebuzz-Federal Reserve kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%–3,75% dalam rapat kebijakan moneter Rabu (29/4/2026) waktu setempat. Keputusan ini diambil di tengah perbedaan pandangan tajam di internal komite, yang mencatat tingkat dissent terbesar dalam lebih dari tiga dekade.

Dalam keputusan yang selaras dengan ekspektasi pasar, Federal Open Market Committee memutuskan suku bunga tetap setelah pemungutan suara berakhir 8-4. Ini merupakan perbedaan suara paling signifikan sejak Oktober 1992.

Salah satu suara berbeda datang dari Stephen Miran yang mengusulkan penurunan bunga 25 basis poin. Sementara itu, tiga presiden Fed regional—Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan—menolak sinyal penurunan lanjutan dan menyoroti tekanan inflasi yang masih tinggi.

Sejak akhir 2023, inflasi Amerika Serikat masih bertahan di atas 3%. “Outlook ekonomi jangka pendek tetap sangat tidak pasti,” kata Brent Schutte, Chief Investment Officer Northwestern Mutual.

The Fed menegaskan bahwa kenaikan harga energi global dan dampak kebijakan tarif menjadi pemicu tambahan bagi tekanan inflasi.

Rapat ini juga menjadi perhatian karena kemungkinan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Masa jabatannya berakhir pada pertengahan Mei 2026. Komite Perbankan Senat kini tengah memproses pencalonan Kevin Warsh sebagai penggantinya dan diperkirakan segera memberikan persetujuan penuh.

Meski lengser dari kursi ketua, Powell akan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur hingga Januari 2028. Ia memilih bertahan sampai penyelidikan terkait renovasi gedung Federal Reserve yang diaudit inspektur jenderal rampung. “Saya berencana terus bertugas sampai penyelidikan benar-benar selesai,” ujarnya.

Data ekonomi AS juga menunjukkan sinyal yang beragam. Penggajian non-pertanian pada Maret tumbuh 178.000, sementara tingkat pengangguran berada di 4,3%.

Tekanan politik turut membayangi kebijakan moneter. Presiden Donald Trump mendorong penurunan bunga untuk mendukung pasar perumahan dan meringankan beban pembiayaan utang nasional yang mendekati US$39 triliun. Dorongan ini menambah dinamika terhadap sikap kehati-hatian bank sentral.

Pasar keuangan bereaksi negatif setelah pengumuman suku bunga tetap, sementara harga minyak global melonjak di tengah ketidakpastian kebijakan energi dunia.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga akhir 2026. Pejabat bank sentral memperkirakan suku bunga netral akan berada di sekitar 3,1% pada 2027, mencerminkan sikap hati-hati dalam menghadapi prospek ekonomi yang belum stabil.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini