Saham “RANS” Meroket ke Radar Investor, Harga IPO Dipatok Rp170

EBuzz — Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan wajah baru yang sarat sensasi selebritas hari ini. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan besutan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi mencatatkan saham perdananya pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7/2026) pukul 09.00 WIB, menandai rampungnya seluruh proses IPO mulai dari bookbuilding hingga distribusi saham ke investor.

Rp429 Miliar Modal Segar dari Ritel

Perseroan mematok harga penawaran final di Rp170 per saham — level tertinggi dari kisaran indikatif Rp135-Rp170 yang ditawarkan sejak masa bookbuilding 23-25 Juni 2026. Dengan melepas 2,525 miliar saham baru atau 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, RANS berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp429,25 miliar dari publik.

Minat pasar terhadap saham ini tergolong tinggi. Menjelang penutupan masa penawaran umum, antrean pemesanan saham RANS telah menembus lebih dari 1 juta lot — sinyal kuat bahwa efek nama besar Raffi-Nagita berhasil menyedot perhatian investor ritel.

 Kerajaan Bisnis Raffi Ahmad Resmi Jadi Emiten Bursa, Bisa Tembus ARA 35%?

Sejumlah analis pasar modal memperkirakan saham RANS berpotensi langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada debutnya. Analis Traderindo, Wahyu Tri Laksono, bahkan menyebut saham RANS memiliki peluang sangat besar menyentuh ARA sebesar 35 persen di hari pertama perdagangan, meski estimasi harga wajar secara fundamental berada di kisaran Rp135-Rp150 saja. Dengan kata lain, kenaikan yang terjadi berpotensi lebih didorong euforia ketimbang fundamental bisnis.

Faktor lain yang turut disorot pasar adalah rekam jejak Trimegah Sekuritas selaku penjamin emisi. Underwriter ini tercatat menangani sejumlah IPO yang konsisten mencetak penguatan harga di hari-hari awal perdagangan, termasuk CDIA yang langsung mencetak ARA 34,74 persen pada hari pertama listing.

Namun sejumlah analis mengingatkan investor agar tak asal FOMO. Wahyu menekankan pergerakan saham dalam jangka pendek-menengah akan sangat ditopang sentimen pasar dan kekuatan personal branding Raffi Ahmad-Nagita Slavina, sementara keberlanjutan jangka panjangnya mutlak wajib digantikan fundamental bisnis.

Baca Juga OJK Sita Aset Saham hingga Deposito Milik Eks Bos Indosurya, Nilainya Rp113,97 M

Laba Justru Menyusut 41,6 Persen

Di balik hype IPO, rapor keuangan RANS sesungguhnya kurang menggembirakan. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan tercatat Rp353,38 miliar, turun 13,91 persen dari Rp410,50 miliar pada 2024. Laba tahun berjalan pun anjlok 41,60 persen menjadi Rp56,69 miliar, dari Rp97,07 miliar setahun sebelumnya.

Kondisi ini membuat valuasi RANS di harga IPO Rp170 tergolong premium, dengan Price Earning Ratio (PER) sebesar 28,33 kali dan Price Book Value (PBV) 5,03 kali. Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai valuasi tersebut wajar mengingat respons awal pasar akan lebih banyak dipengaruhi oleh cerita (story) ketimbang eksekusi fundamental, dan sangat ditentukan oleh sentimen pasar serta kekuatan brand.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini