Punya Prospek Stabil, SIG Pertahankan Rating idAAA dari Pefindo

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek Stabil untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Agustus 2026.

Punya Prospek Stabil, SIG Pertahankan Rating idAAA dari Pefindo
Semen Gresik
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek Stabil untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Agustus 2026.

Peringkat tersebut merupakan level tertinggi yang diberikan Pefindo dan telah disematkan kepada SIG sejak 2024. Peringkat idAAA mencerminkan kondisi keuangan perseroan, posisi SIG sebagai industri strategis pendukung pembangunan nasional, serta posisi pasar sebagai pemimpin di industri semen.

Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B yang diterbitkan SIG. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.

Sebelumnya, SIG telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A pada November 2025 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B pada Mei 2026. Pelunasan tersebut turut menurunkan kewajiban keuangan perseroan sebesar Rp2,3 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan peringkat idAAA yang kembali diperoleh perseroan mencerminkan kemampuan SIG dalam menjaga kinerja.

“Peringkat idAAA semakin memperkuat kredibilitas SIG dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Perusahaan, serta mendorong peningkatan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi di Indonesia,” kata Indrieffouny, Selasa (8/9/2026).

Volume Penjualan SIG

Di tengah persaingan industri semen domestik, SIG menjalankan transformasi bisnis melalui tiga strategi utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya melalui operational excellence, serta optimalisasi produk turunan dan portofolio.

Perseroan juga memperkuat penjualan ritel yang selama ini berkontribusi sekitar 70% terhadap total pendapatan. Penguatan dilakukan hingga menjangkau toko-toko bangunan.

"Strategi tersebut turut mendukung pertumbuhan volume penjualan SIG. Pada semester I-2026, perseroan mencatatkan total volume penjualan sebesar 18,28 juta ton, meningkat 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,31 juta ton," jelasnya.

Dari sisi efisiensi, SIG menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksi melalui penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Perseroan juga memanfaatkan teknologi digital seperti machine learning, big data, dan artificial intelligence untuk mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong efisiensi penggunaan energi.

Baca Juga : SIG Hadirkan Bata Interlock Presisi, Solusi Hunian Cepat

Dalam mendukung upaya dekarbonisasi, SIG mengembangkan sumber energi baru terbarukan melalui pemasangan panel surya pada sejumlah unit operasional. Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan gas panas buang dari proses produksi semen melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation.

“SIG berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan untuk menjaga ketahanan keuangan sehingga dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Indrieffouny.