EBuzz – Emiten perdagangan dan distribusi gas alam, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS), mengumumkan rencana strategis untuk melakukan penambahan kegiatan usaha guna memperkuat struktur bisnis perseroan.
Langkah ini menandai pergeseran fokus perusahaan yang semula berpusat pada distribusi Compressed Natural Gas (CNG) kini merambah ke pengelolaan serta pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG).
Direktur Utama CGAS, Andika Purwonugroho, menjelaskan bahwa penambahan kegiatan usaha ini akan difokuskan pada KBLI 35201 mengenai Pengadaan Gas Alam Buatan. Hal ini dipandang krusial untuk menyesuaikan klasifikasi usaha dengan pola bisnis perseroan yang kian berkembang.
“CGAS berencana menambah kegiatan usaha baru yaitu KBLI 35201 Pengadaan Gas Alam Buatan oleh Perseroan serta dilakukan dengan pertimbangan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI),” jelas Andika dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026). (5/5).
Izin Alokasi Gas

Dirinya menambahkan, transformasi bisnis ini didorong oleh keberhasilan perseroan memenangkan tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun 2022 lalu. Ekspansi tersebut semakin diperkuat dengan terbitnya izin alokasi gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tertanggal 4 Juli 2025.
Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 menjadi keharusan hukum guna memastikan kepatuhan administratif dalam sistem perizinan berusaha serta mencerminkan realitas kegiatan operasional di sektor energi dan sumber daya mineral.
“Berdasarkan regulasi dalam izin alokasi tersebut, operasional CGAS kini mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari sumur tanpa melalui jaringan pipa,” tuturnya.
Baca Juga : Dapat Amunisi Segar, CGAS Kantongi Kredit Rp27,5 M dari Bank Mandiri
Adapun rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dibawa untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026 mendatang.

