EBuzz – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mencatat penurunan kinerja keuangan pada semester I-2026. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan turun 51,89% secara tahunan menjadi Rp13,70 miliar dari Rp28,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan tersebut turut berdampak terhadap laba bruto perseroan. Meski beban pokok penjualan turun menjadi Rp9,19 miliar dari Rp9,56 miliar, laba bruto PRDL merosot menjadi Rp4,51 miliar dari Rp18,92 miliar pada semester I-2025.
Di sisi operasional, beban usaha PRDL meningkat menjadi Rp11,85 miliar dari Rp9,19 miliar pada semester I-2025. Kondisi tersebut membuat perseroan membukukan rugi usaha Rp7,60 miliar, berbalik dari laba usaha Rp8,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rugi Berjalan PRDL

PRDL juga mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp23,61 juta dan beban keuangan Rp1,35 miliar. Sementara itu, perseroan memperoleh manfaat pajak penghasilan sebesar Rp84,07 juta. Dengan kondisi tersebut, PRDL membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp8,92 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba sebelum pajak Rp7,05 miliar pada semester I-2025.
Setelah memperhitungkan pajak, rugi tahun berjalan PRDL tercatat Rp8,84 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp5,31 miliar.
Rugi tersebut turut membuat rugi per saham dasar Prodia Diagnostic Line menjadi Rp7,25 per saham, berbanding terbalik dengan laba per saham sebesar Rp4,36 per saham pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan per 30 Juni 2026 tercatat Rp186,25 miliar, turun 4,21% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp194,43 miliar. Sementara itu, total liabilitas meningkat tipis menjadi Rp112,03 miliar dari Rp111,37 miliar pada 31 Desember 2025.
Baca Juga : Harga Saham PRDL Melonjak Tak Wajar, Investor Diminta Waspada
Adapun total ekuitas perseroan turun menjadi Rp74,22 miliar dari Rp83,06 miliar pada akhir 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan rugi yang dibukukan perseroan selama semester I-2026.

