Minta Restu Pemegang Saham, PBSA Bakal Stock Split 1:2

EBuzz – PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) merencanakan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2 atas saham yang ditempatkan dan disetor penuh yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelaksanaan stock split ini akan mengubah jumlah saham beredar perseroan dari semula 3.000.000.000 lembar saham menjadi 6.000.000.000 lembar saham. Seiring dengan penambahan jumlah saham tersebut, nilai nominal saham PBSA akan menyusut dari Rp50 per saham menjadi Rp25 per saham.

Aksi pemecahan saham ini dirancang untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar tanpa mengubah total nilai investasi maupun persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham.

Baca Juga : Naik Tajam, BEI Hentikan Perdagangan Saham BELL, PBSA, MKAP, dan ENZO

Manajemen PBSA menyampaikan bahwa, langkah ini diambil guna meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas aksesibilitas saham perseroan bagi investor, khususnya pemohon ritel.

“Stock Split ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk menghadirkan saham yang lebih inklusif dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan dan memperluas kepemilikan saham Perseroan,” kata manajemen dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).

Jaring Investor

Perseroan percaya bahwa, semakin terbuka akses terhadap saham Perseroan, semakin besar peluang terciptanya partisipasi investor yang lebih luas. Selain itu, manajemen PBSA juga menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain yang akan memengaruhi struktur permodalan atau jumlah saham dalam jangka waktu enam bulan setelah tanggal pelaksanaan stock split.

“Rencana stock split ini terlebih dahulu akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026,” ungkapnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini