Jasa Marga (JSMR) Proyeksi Capex Rp12 Triliun hingga Akhir 2026

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun.

Jasa Marga (JSMR) Proyeksi Capex Rp12 Triliun hingga Akhir 2026
Kantor PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, realisasi capex perseroan pada 2026 masih berjalan sesuai dengan rencana. Hingga semester I 2026, serapan capex untuk operasional, pemeliharaan, dan investasi pembangunan jalan tol mencapai Rp4,4 triliun.

“Namun kami estimasi bahwa capex investasi sampai dengan akhir tahun 2026 adalah mencapai sekitar Rp12 triliun,” ujar Rivan dalam Public Expose 2026 secara virtual, Rabu (9/9/2026). (10/9).

Serapan Capex Jasa Marga

Rivan mengatakan, serapan capex menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kegiatan usaha Jasa Marga. Perseroan terus melakukan optimalisasi jadwal konstruksi serta pengoperasian ruas jalan tol baru secara bertahap.

Selain proyek yang tengah berjalan, Jasa Marga juga masih membuka peluang untuk berpartisipasi dalam pengusahaan jalan tol baru sesuai dengan strategi dan arah pengembangan perusahaan.

Menurut Rivan, setiap peluang pengusahaan jalan tol akan dikaji secara selektif melalui proses evaluasi yang komprehensif. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan meliputi prospek lalu lintas, konektivitas dengan jaringan jalan tol eksisting, kelayakan investasi, serta kemampuan finansial perusahaan.

“Keikutsertaan ini tetap menjadi peluang pengusahaan jalan tol, yang kami pastikan dilakukan secara selektif melalui proses evaluasi yang komprehensif dengan beberapa aspek yang dipertimbangkan dan prospek,” katanya.

Dalam ekspansi bisnis, Rivan menyebut Jasa Marga juga terbuka terhadap peluang investasi pada sektor brownfield. Hal tersebut sejalan dengan arah strategis perseroan, terutama di tengah jumlah tender jalan tol baru yang saat ini tidak sebanyak periode sebelumnya.

Baca Juga : 21 Ribu Kendaraan Top Up di Gerbang Tol, Jasa Marga Minta Pemudik Siapkan Saldo E-Toll

“Namun kami pastikan Jasa Marga tidak semata-mata berorientasi pada penambahan ruas baru, tetapi juga memastikan bahwa setiap peluang investasi yang mempertimbangkan dapat memberikan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan pasti akan menjadi pilihan bagi perseroan,” tutur Rivan.