Gandeng Investor Global dan Pakar, BEI Tambah Keanggotaan Komite HSC

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menambah jumlah keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) atau komite kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dari yang sebelumnya hanya diisi oleh empat anggota.

Gandeng Investor Global dan Pakar, BEI Tambah Keanggotaan Komite HSC
Indonesia Stock Exchange (IDX). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menambah jumlah keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) atau komite kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dari yang sebelumnya hanya diisi oleh empat anggota yang berasal dari unsur Self-Regulatory Organization (SRO) menjadi sembilan orang dari berbagai unsur.

Sebelumnya, komposisi empat anggota dari pihak SRO tersebut terdiri atas dua orang direksi BEI, satu orang direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta satu orang direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Dalam struktur terbaru ini, lima anggota tambahan dimasukkan dengan menggaet perwakilan pelaku pasar, organisasi governansi, hingga akademisi independen.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa keterlibatan elemen independen dan internasional ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas serta akuntabilitas penilaian yang dikeluarkan oleh komite.

"Kami harapkan dengan kebijakan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas dari output, dari komite ini akan dapat lebih baik di depannya," jelas Jeffrey saat Konfrensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Penetapan Saham HSC

Dengan masuknya jajaran anggota baru tersebut, BEI berharap proses penetapan saham-saham yang masuk maupun keluar dari daftar High Shareholding Concentration (HSC) menjadi lebih kuat, objektif, dan teruji secara komprehensif.

Selain itu, skema kerja komite baru ini bersifat fleksibel. Komite HSC memiliki ruang dan opsi untuk terus menambah anggota atau menghadirkan pakar luar saat pembahasan berlangsung demi memperkaya sudut pandang analisis pasar.

“Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite,” pungkasnya.

Berikut ini, nama-nama pelaku industri dan tokoh profesional yang masuk mengisi lima posisi tambahan pada Komite HSC tersebut, antara lain:

Alex Widi — Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas.

 

Joshua Arief Tanja — Direktur Utama PT UBS Sekuritas Indonesia.

 

Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) — Perwakilan dari Dewan Pengurus KNKG.

 

Prof. Dr. Eduardus Tandelilin — Tokoh akademisi di bidang keuangan dan investasi.

 

F. Chapman Taylor — Perwakilan investor global dari Capital Group.