EBuzz – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) belum dapat membagikan dividen kepada pemegang saham meski telah sekitar 16 bulan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyebut saldo laba ditahan atau retained earnings yang masih negatif menjadi salah satu kendala pembagian dividen.
Direktur Strategi PT Fore Kopi Indonesia Tbk. Fahmi Rahmatullah mengatakan, perseroan tetap memiliki komitmen untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Namun, pembagian dividen baru dapat dilakukan setelah saldo laba ditahan berbalik positif dan memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Komitmennya ada. Setelah retained earnings kami positif, pembagian dividen itu memungkinkan dilakukan. Tapi nanti tetap subject untuk RUPS dan segala macam. Karena hari ini retained earnings kami masih negatif, kami belum bisa melakukan pembagian dividen. Mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar seperti sekarang, tahun depan sudah positif,” ujar Fahmi saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sebagai informasi, dalam prospektus penawaran umum perdana saham (IPO) pada April 2025, Fore Kopi Indonesia menyampaikan kebijakan untuk membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya 40% dari laba bersih setelah pajak.
Namun, pembagian dividen tersebut tetap memperhatikan terpenuhinya seluruh persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kondisi kesehatan keuangan perseroan, serta keputusan RUPS.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, Fore membukukan pendapatan sekitar Rp1 triliun, tumbuh sekitar 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bersih sebesar sekitar 34% menjadi Rp56,5 miliar dari Rp42 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga : Tambah 40 Gerai Baru, Jaringan Gerai FORE Tembus 377 Outlet di Semester I-2026
Di sisi lain, ekspansi bisnis turut meningkatkan beban operasional perseroan menjadi Rp539,8 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp364,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun posisi kas dan setara kas Fore tercatat Rp447 miliar per akhir Juni 2026, turun dari Rp546 miliar pada akhir Desember 2025.

