EBuzz – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka kesempatan seluas-luasnya bagi manajemen Persib Bandung untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset daerah. Langkah konsolidasi aset ini dinilai menjadi kunci untuk mendorong kesiapan klub berjuluk Pangeran Biru tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa wacana IPO bagi Persib sebenarnya telah dirancang sejak tahun 2011. Kendati demikian, proses konsolidasi aset fisik di sekitar area stadion masih perlu dirampungkan guna mengoptimalkan nilai valuasi klub.
“Nah, untuk konsolidasi aset maka Pemerintah Kota Bandung memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib,” ujar Farhan saat ditemui di Gedung BEI, Kamis, (13/8/2026). (14/8).
Pemanfaatan Aset Daerah

Farhan menambahkan, saat ini, bentuk kerja sama pemanfaatan aset daerah antara Pemkot Bandung dan Persib baru terbatas pada bangunan utama Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Potensi pengembangan komersial di area sekitar stadion seperti lahan parkir, fasilitas lapangan latihan, hingga kawasan hiburan masih terbuka luas untuk diintegrasikan,” tambahnya.
Menurutnya, selain opsi perluasan aset dengan Persib, Pemkot Bandung juga merencanakan skema kerja sama pemanfaatan aset sarana olahraga lainnya di kawasan sekitar. Hal ini meliputi pemanfaatan Stadion Basket Bandung Arena bersama klub bola basket Satria Muda, serta optimalisasi sarana olahraga hoki yang berada di area berdampingan.

“Langkah penggabungan dan pengembangan aset komersial ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekuitas serta nilai kapitalisasi pasar klub sepak bola tersebut secara signifikan,” pungkas Farhan.
Baca Juga : Persib Bandung Mau IPO, Bos BEI : Siapkan Diri Dulu dengan Matang
Wali Kota dari Partai Nasdem ini memproyeksikan, kalau konsolidasi aset tersebut sudah diakuisisi, konsolidasi, maka valuasi dari klub berjuluk Maung Bandung ini bisa mencapai Rp1 triliun.

