EBuzz – Investor asing memperbesar genggaman saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) sepanjang Juli 2026. Kepemilikan pemodal asing bertambah sekitar 63,84 juta saham dibandingkan bulan sebelumnya, berdasarkan laporan bulanan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode yang berakhir 31 Juli 2026.
Kepemilikan pemodal asing di JGLE mencapai 5,91 miliar saham, atau setara 26,165% dari total saham, per akhir Juli 2026. Posisi ini meningkat dari akhir Juni 2026 yang tercatat sebanyak 5,84 miliar saham, atau 25,882%. Dengan demikian, kepemilikan asing bertambah 63.841.500 saham dalam sebulan.
Corporate Secretary Graha Andrasentra Propertindo, Santoso Budi, mencatat porsi kepemilikan pemodal lokal berada di angka 73,835%, atau setara 16,673 miliar saham, dari total 22,581 miliar saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah pemegang saham JGLE per 31 Juli 2026 mencapai 36.552 investor, ujar Santoso dalam keterbukaan informasi di BEI.
Bakrieland Tetap Jadi Pengendali Akhir
PT Surya Global Nusantara memegang kendali JGLE dengan kepemilikan 38,761%, atau 8,75 miliar saham. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengendalikan Surya Global Nusantara sekaligus berperan sebagai penerima manfaat akhir, atau ultimate beneficial owner, Graha Andrasentra Propertindo.
Sejumlah investor lain memegang lebih dari 5% saham JGLE. Banque de Luxembourg, Client Account, menggenggam 2,77 miliar saham, atau 12,257%. EFG Bank AG memiliki 1,82 miliar saham, atau 8,071%. Siauw Yunus Subandi mengempit 1,2 miliar saham, atau 5,314%. Jajaran direksi dan komisaris JGLE tidak memiliki saham perusahaan secara langsung.
Baca Juga Airlangga: Kebutuhan Pembiayaan Ekonomi di 2029 Rp9.200 T
Saham Melesat, Rugi Menyusut
Saham JGLE melonjak 43,94% dalam lima hari terakhir ke level Rp 95 per saham, meski stagnan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Dari sisi kinerja, JGLE masih mencatat rugi neto sebesar Rp 17,51 miliar pada semester I 2026, namun angka ini turun 16,3% secara tahunan.
JGLE menekan beban lain-lain neto sebesar 29,94% menjadi Rp 13,20 miliar dari sebelumnya Rp 18,84 miliar. Perseroan juga memangkas beban bunga dan keuangan sebesar 28,81% menjadi Rp 5,85 miliar, serta menekan beban lain-lain neto sebesar 33,96% menjadi Rp 7,34 miliar.
Pendapatan JGLE hanya tumbuh tipis 0,67% menjadi Rp 66,55 miliar pada semester I 2026, dari Rp 66,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban pokok pendapatan justru naik 5,05% menjadi Rp 20,58 miliar, sehingga menekan laba bruto sebesar 1,18% menjadi Rp 45,96 miliar.

