Aset Sudah Rp 5,69 Triliun, Laba Kuartal I-2026 Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Melonjak 791 Persen

EBuzz-PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, perseroan berhasil membukukan lonjakan pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

INET melaporkan pendapatan neto sebesar Rp 383,60 miliar pada 1Q 2026, melonjak tajam sekitar 3.069% dibandingkan Rp 12,10 miliar pada 1Q 2025. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp 337,61 miliar dari sebelumnya Rp 6,93 miliar.

Pertumbuhan top-line ini mendorong laba bruto perseroan naik menjadi Rp 45,99 miliar, tumbuh 789% dari Rp 5,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,66 miliar, melesat 791% dibandingkan 1Q 2025 yang sebesar Rp 1,53 miliar.

Lonjakan laba bersih ini turut mengerek Laba Per Saham Dasar (EPS) perseroan menjadi Rp 0,61 pada 1Q 2026, naik dari Rp 0,20 pada 1Q 2025.

Berdasarkan data laporan laba rugi, pendapatan neto INET sebesar Rp 383,60 miliar menjadi motor utama penggerak laba usaha yang mencapai Rp 28,62 miliar. Meskipun beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 16,05 miliar dari Rp 2,74 miliar, efisiensi pada laba usaha tetap terjaga dengan pertumbuhan lebih dari 1.300% secara tahunan.

Kondisi neraca INET menunjukkan ekspansi aset yang masif. Posisi kas perseroan melonjak drastis menjadi Rp 4,49 triliun per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp 404,44 miliar pada akhir Desember 2025.

Jumlah aset mencapai Rp 5,69 triliun, meningkat signifikan dari Rp 760,37 miliar pada akhir tahun 2025. Total liabilitas tercatat sebesar Rp 1,96 triliun, naik dari Rp 331,16 miliar. Peningkatan ini terutama dipicu oleh adanya utang obligasi dan utang sukuk jangka panjang yang masing-masing bernilai Rp 298,50 miliar dan Rp 295,00 miliar.

Jumlah ekuitas perseroan menguat menjadi Rp 3,73 triliun per Maret 2026, dibandingkan Rp 429,21 miliar pada Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh serta tambahan modal disetor neto yang mencapai Rp 3,37 triliun.

Peningkatan signifikan pada sisi aset dan ekuitas ini mencerminkan penguatan struktur permodalan perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini