Bisnis Non-Batubara Topang Transformasi TOBA, Rugi Bersih Terpangkas Signifikan di Semester I-2026

EBuzz – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencetak kinerja positif setelah laba kotor konsolidasi perseroan melonjak lebih dari dua kali lipat pada semester I-2026. Perseroan berhasil memangkas rugi bersih secara signifikan pada periode Januari-Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba Bruto Melesat 102,9%, Pendapatan Naik Tipis

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis TOBA hari ini (28/9/2026), pendapatan perseroan naik tipis 0,46% menjadi US$ 173,02 juta pada semester I-2026. Laba bruto TOBA justru melesat 102,9% menjadi US$ 28,23 juta pada periode enam bulan pertama 2026, dari sebelumnya US$ 13,91 juta pada semester I-2025.

Absennya Rugi Divestasi Pangkas Kerugian Perseroan

TOBA tidak mencatatkan kerugian atas divestasi entitas anak pada semester I-2026, berbeda dengan periode yang sama tahun lalu ketika pos tersebut membukukan rugi US$ 96,87 juta. Kondisi ini menekan rugi periode berjalan TOBA menjadi tinggal US$ 19,42 juta, jauh membaik dibandingkan rugi berjalan perseroan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 115,34 juta.

Bisnis Non-Batubara Dominasi Pendapatan Konsolidasi

Struktur pendapatan TOBA menunjukkan pergeseran signifikan. Bisnis non-batubara, dipimpin pengelolaan limbah dan diikuti ekosistem kendaraan listrik, menyumbang 66,5% dari pendapatan konsolidasi TOBA sepanjang semester I-2026, lebih dari dua kali lipat kontribusi bisnis batubara yang hanya sebesar 31,4%. Setahun lalu, portofolio TOBA masih didominasi batubara. Pergeseran ini sudah terlihat pada kinerja kuartal I-2026 dan kontribusi sektor non-batubara terus bertambah pada kuartal II-2026, menandakan perubahan yang bersifat struktural, bukan sekadar fluktuasi musiman.

Direktur dan Chief Financial Officer TBS, Juli Oktarina, mengatakan bisnis non-batubara kini menyumbang pendapatan dua kali lipat dari bisnis batubara dan menjadi penghasil kas utama perseroan. “Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur berkelanjutan,” kata Juli dalam rilis yang diterima KONTAN, Jumat (28/8/2026).

Neraca Membaik, Leverage Turun ke 5,4x EBITDA

Dari sisi neraca, posisi kas TOBA mencapai US$ 94,7 juta per 30 Juni 2026. Perseroan memangkas utang bank jangka pendek sebesar 30,9% secara tahunan, sementara total liabilitas jangka pendek turun 13,5% pada periode yang sama. TOBA juga merampungkan refinancing obligasi berdenominasi rupiah 2026 melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II dan PUB III, memindahkan US$ 27,5 juta dari jatuh tempo jangka pendek sehingga memperpanjang profil jatuh tempo utang perseroan.

Baca Juga BI Beri Insentif GWM hingga 4% untuk Dorong Perbankan Genjot Kredit

Tingkat leverage TOBA turut membaik, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA turun menjadi 5,4 kali dibandingkan 5,6 kali pada keseluruhan tahun 2025. Langkah-langkah ini memperkuat kapasitas TOBA untuk mendanai program transisi bisnisnya menuju infrastruktur berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan perseroan pada volatilitas harga batubara di pasar global.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini