BEI Rilis IDX Green Equity Designation, 3 Saham Masuk Daftar

EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Penetapan Saham Berbasis Hijau atau IDX Green Equity Designation. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem keuangan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.

Melalui IDX Green Equity Designation, BEI memberikan penetapan khusus kepada saham Perusahaan Tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi hijau dan/atau transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pada peluncuran perdana, BEI menetapkan tiga Perusahaan Tercatat, yakni PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai Saham Hijau (Green Equity). Sementara PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ditetapkan sebagai Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition). Penetapan terhadap HGII, KEEN, dan TOBA berlaku sejak 28 Agustus 2026 hingga periode evaluasi tahunan pada Juli 2027.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penetapan tersebut dikembangkan untuk memberikan visibilitas kepada perusahaan yang memiliki kontribusi terukur terhadap aktivitas ekonomi hijau maupun proses transisi.

“IDX Green Equity Designation merupakan milestone penting dalam membangun pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga : BEI Tambah Saham HSC, BDKR Terkonsentrasi 94,95%

Menurut Jeffrey, inisiatif tersebut juga memberikan referensi bagi investor dalam mengidentifikasi perusahaan yang memiliki aktivitas ekonomi hijau dan transisi.

“Melalui inisiatif ini, BEI ingin memberikan visibilitas yang lebih kuat kepada Perusahaan Tercatat yang memiliki kontribusi nyata terhadap ekonomi hijau dan transisi, sekaligus memberikan referensi yang lebih baik bagi investor dalam mengalokasikan modalnya,” katanya.

Taksonomi IDX Green Equity

Jeffrey menjelaskan, IDX Green Equity Designation dikembangkan dengan mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) atau rujukan taksonomi lainnya. Kerangka tersebut juga dilengkapi dengan praktik internasional melalui Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE).

Selanjutnya, aspek Governance mencakup tata kelola, Assessment berupa penilaian secara berkala, serta Disclosure yang mencakup keterbukaan informasi hasil penilaian kepada publik.

“Aspek Financial mengukur kontribusi aktivitas hijau dan/atau transisi melalui pendapatan atau investasi. Sementara Taxonomy menilai keselarasan aktivitas usaha dengan TKBI atau rujukan taksonomi lainnya,” jelas Jeffrey.

Menurut Jeffrey, penetapan IDX Green Equity Designation bersifat sukarela bagi saham Perusahaan Tercatat maupun calon Perusahaan Tercatat yang mengajukan permohonan kepada BEI dan memenuhi kriteria berdasarkan laporan hasil reviu dari Penyedia Reviu Eksternal.

Untuk mempertahankan designation, Perusahaan Tercatat wajib melakukan penilaian secara berkala, memperbarui informasi yang relevan, serta menyampaikan laporan hasil reviu dari Penyedia Reviu Eksternal kepada BEI sesuai mekanisme yang ditetapkan.

“Pengembangan IDX Green Equity Designation telah dimulai sejak 2025 melalui proses piloting yang melibatkan empat Perusahaan Tercatat dan tiga Penyedia Reviu Eksternal. Proses tersebut dilakukan untuk menguji kerangka dan proses penilaian, mekanisme reviu independen, serta keterbukaan informasi,” imbuh Jeffrey.

BEI menegaskan bahwa IDX Green Equity Designation bukan merupakan pemeringkatan, rekomendasi investasi, maupun jaminan atas kinerja keuangan, tingkat pengembalian, atau risiko investasi suatu saham.

“Investor tetap perlu melakukan analisis secara menyeluruh dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan,” tutupnya.

Dalam peluncuran perdana, ketiga perusahaan tersebut sebelumnya telah berpartisipasi dalam proses piloting bersama Penyedia Reviu Eksternal, yakni S&P Global Ratings dan PT SUCOFINDO (Persero).

Baca Juga : BEI Suspensi 3 Saham Sekaligus, Ini Daftarnya

Ke depan, IDX Green Equity Designation diharapkan menjadi salah satu fondasi pengembangan ekosistem produk dan investasi berkelanjutan di pasar modal Indonesia, termasuk sebagai referensi pengembangan indeks, produk investasi, maupun instrumen pendanaan berbasis keberlanjutan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini