Dana Pensiun Pos Indonesia Defisit Rp 4 Triliun, Danantara Sorot Tata Kelola

EBuzz — PT Pos Indonesia (Persero) mengalami kekurangan dana pensiun dengan nilai hampir mencapai Rp 4 triliun. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyoroti persoalan tersebut selaku entitas yang menaungi BUMN logistik itu.

Investasi Sembarangan Picu Defisit

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Ketua BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan pengelolaan investasi dana pensiun yang dilakukan sembarangan menyebabkan dana yang tersedia tidak mencukupi untuk membayar manfaat kepada para pensiunan. Kondisi tersebut memaksa pendiri menutup kekurangan dana dalam jumlah besar.

Pos Indonesia Jadi Contoh Kasus

Dony mencontohkan kondisi tersebut terjadi di Pos Indonesia. Ia menyebut perusahaan pelat merah itu harus menutup kekurangan dana pensiun melalui skema top up.

“Jadi semuanya persoalannya sama. Investasinya tidak dikeluarkan dengan baik, investasinya rugi, investasinya dilakukan tidak dengan proper,” ucap Dony dikutip dalam Squawk Box CNBC Indonesia bertajuk Danantara BUMN Progres Update 2026, Senin (24/8).

Baca Juga Sarjito Kantongi Restu DPR Pimpin Pengawasan Bursa Mineral

Danantara Benahi Tata Kelola Dana Pensiun

Dony mengatakan Danantara tengah berbenah di seluruh aspek, termasuk pengelolaan dana pensiun BUMN. Ia mengakui persoalan dana pensiun BUMN cukup besar, namun mengaku belum dapat menghitung secara keseluruhan nilai kekurangan dana yang mesti ditutup. Danantara menargetkan penataan tata kelola investasi dana pensiun dapat mencegah pembengkakan kewajiban serupa di BUMN lain ke depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini