PGEO Bidik Potensi Panas Bumi 77 MWe di Sumbar

EBuzz – PT Pertamina Geothermal Tbk. (PGEO) memperkuat pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional dan ketahanan energi. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya terobosan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah menempatkan panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Langkah tersebut dilakukan di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika harga energi global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Pertamina terus mendorong transformasi menuju bisnis energi rendah karbon, termasuk melalui pengembangan panas bumi.

“Pertamina terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi geothermal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Simon dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026). (21/8).

Baca Juga : Optimalkan Panas Bumi, Produksi Listrik PGEO Naik 13,62%

Dalam gelaran IIGCE 2026, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani sejumlah kesepakatan strategis dan menerima penugasan eksplorasi panas bumi baru dari pemerintah.

Proyek Geothermal Pertamina

Salah satu kesepakatan tersebut berupa penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, pengembangan kedua proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi.

“Kami menyambut penandatanganan LoI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara. PGE yakin bahwa tambahan unit yang kami kembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih dan andal untuk semakin banyak rumah tangga yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Yani.

Selain pengembangan aset eksisting, perseroan memperoleh Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat.

Baca Juga : Laba Bersih PGEO Melesat 15,47 Persen di Semester I 2026

Ahmad Yani mengatakan penugasan tersebut menjadi bagian dari komitmen PGE dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGEO untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGEO akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat,” tutupnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini