EBuzz – PT Pudjiadi And Sons Tbk. (PNSE) menutup sementara operasional Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).
Manajemen PNSE menyatakan penutupan sementara operasional hotel dilakukan untuk memastikan keselamatan pelanggan dan karyawan. Operasional fisik hotel Jayakarta dihentikan sejak Sabtu (15/8/2026) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Keselamatan seluruh pelanggan dan karyawan menjadi prioritas. Langkah mitigasi segera dilakukan di lapangan untuk meminimalkan risiko pascagempa,” ujar manajemen PNSE dalam keterbukaan informasi, Senin (17/8/2026). (18/8).
PNSE memastikan seluruh tamu dan karyawan hotel Jayakarta berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Evakuasi Tamu Hotel Jayakarta

Sebanyak 20 kamar tamu yang terdampak telah dievakuasi dan para tamu dipindahkan ke hotel lain yang tidak mengalami kerusakan. Sementara itu, karyawan hotel mengalihkan jam kerja untuk membantu pengamanan area hotel bersama tim sekuriti.
Manajemen juga melarang masyarakat maupun pihak lain mendekati bangunan hotel yang mengalami kerusakan, kecuali petugas berwenang dan tim evaluasi yang ditunjuk. PNSE menyatakan kejadian tersebut tidak menghentikan aktivitas bisnis inti Perseroan secara keseluruhan.
“Penutupan sementara operasional hotel tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan, kelangsungan usaha, maupun posisi hukum Perseroan dalam jangka panjang,” kata manajemen.
Saat ini, proses klaim atas kerusakan yang terjadi sedang dikoordinasikan oleh Perseroan bersama pihak asuransi.
Baca Juga : KDTN Alihkan Operasional 4 Hotel di Rest Area, Ini Alasannya
Sebagai informasi, Gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan laporan resmi, gempa tersebut memiliki skala intensitas IX atau hebat.

Gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Air laut setinggi 0,3 meter terdeteksi di kawasan pelabuhan dan pesisir Labuan Bajo sebelum BMKG mengakhiri status peringatan tsunami.

