Garap Blok Tanamalia, Vale Kejar Target Penambangan di 2029

EBuzz – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menargetkan operasional penambangan nikel di Blok Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dapat mulai beroperasi paling cepat pada tahun 2029.

Proyek Tanamalia saat ini berada dalam tahap studi Front End Loading (FEL) 2, yang merupakan bagian dari sistem panduan manajemen proyek internal PT Vale Indonesia Tbk. Tahapan FEL 2 ini dijalankan untuk merinci potensi sumber daya cadangan yang terkandung di area Tanamalia, sekaligus menyusun perencanaan komprehensif yang mencakup aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan bisnis secara mendalam.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah, menjelaskan bahwa, berdasarkan rencana pengembangan perseroan, Proyek Tanamalia dijadwalkan memasuki fase eksplorasi rinci pada periode 2025–2026, dilanjutkan dengan tahap konstruksi pada 2027–2028.

“Eksekusi penambangan yang diproyeksikan berlangsung pada kisaran 2029 hingga 2031, dengan penyesuaian akhir bergantung pada tingkat kelayakan cadangan nikel,” jelas Budiwansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026). (14/8).

Proyek Tanamalia

Budiwansyah mengungkapkan, terkait dengan lokasi proyek Tanamalia yang berada di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas seluas 13.556,8 ha di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Vale hadir untuk mendengar aspirasi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan proyek Tanamalia, didasari oleh studi ekologi, studi kebencanaan dan lain-lain untuk memetakan risiko.

“Jadi, cara kami mengembangkan sebuah proyek itu ada proses dan tahapan yang tidak bisa asal bawa alat, gali, angkut. Harus clear,” katanya.

Sebagai informasi, Tanamalia Project merupakan proyek pengembangan PT Vale Indonesia Tbk yang berlandaskan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta PPKH No. 885 Tahun 2025 untuk kegiatan eksplorasi di kawasan hutan.

Proyek ini mengoptimalkan nilai sumber daya mineral Indonesia sekaligus mendukung pembangunan nasional dan pengembangan nikel laterit.

Baca Juga : Vale (INCO) Cetak Sejarah, Penjualan Bijih Nikel Tembus 2 Juta Ton

Ke depan, proyek direncanakan memasuki eksplorasi rinci (2025-2026), konstruksi (2027-2028), dan penambangan paling cepat pada 2030, bergantung pada kelayakan cadangan nikel.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini