EBuzz – PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) membukukan pendapatan sebesar Rp 2,09 triliun pada semester I 2026. Capaian ini tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,8 triliun, di tengah tekanan yang masih membayangi industri pariwisata global.
Corporate Secretary Panorama Sentrawisata AB Sadewa menyampaikan industri pariwisata dunia menghadapi tantangan berat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026 turut menekan sentimen pelaku usaha.
“Situasi tersebut berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat untuk melakukan perjalanan internasional serta mempengaruhi pola permintaan perjalanan wisata pada periode-periode penting, termasuk musim libur Lebaran pada bulan Maret dan awal musim libur sekolah pada Juni sampai Juli,” ungkap Sadewa dalam siaran pers, Rabu (5/8/2026).
Biaya Avtur Naik, Diversifikasi Bisnis Jadi Penyelamat
Ketegangan geopolitik turut mendorong kenaikan harga energi, termasuk harga aviation fuel, sehingga membebani biaya operasional maskapai penerbangan di berbagai negara. Meski begitu, PANR tetap menjaga momentum pertumbuhan lewat portofolio bisnis yang terdiversifikasi.
Segmen Corporate Travel yang melayani kebutuhan perjalanan dinas dan bisnis korporasi menjadi katalisator pertumbuhan perseroan pada paruh pertama tahun ini. Sebaliknya, segmen Leisure, baik pilar Outbound maupun Inbound, menghadapi tantangan akibat menurunnya permintaan wisata di sejumlah pasar.
“Model bisnis Panorama yang memiliki keseimbangan antara segmen leisure dan corporate travel memungkinkan kami tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Kami melihat kebutuhan perjalanan bisnis korporasi tetap terjaga sehingga mampu menjadi penopang kinerja di tengah perlambatan permintaan wisata,” katanya.
Baca Juga Jaga Kepercayaan Investor, Airlangga Dorong Emiten Perkuat Kinerja
Ekspansi Pemasaran dan Prospek Semester II
Perseroan tetap agresif menggelar berbagai travel fair bersama sejumlah maskapai penerbangan dan asosiasi industri untuk mendorong penjualan paket perjalanan sepanjang semester pertama. Panorama juga memperkuat jaringan bisnis internasional lewat partisipasi pada ajang business-to-business (B2B), antara lain ITB Berlin dan IMEX Frankfurt di Jerman, serta Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Bali.
Memasuki semester II 2026, manajemen PANR memproyeksikan prospek industri pariwisata membaik seiring meredanya ketidakpastian geopolitik. Perseroan optimistis permintaan segmen leisure kembali meningkat, didukung peluncuran berbagai destinasi wisata internasional baru. Di sisi operasional, PANR memperkuat kualitas layanan lewat program pengembangan sumber daya manusia, salah satunya Tour Leader Academy.

