Reli Emas Kerek Laba Hartadinata Abadi Tembus Rp700 Miliar

EBuzz – Lonjakan harga emas global menjadi katalis utama kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sepanjang semester I 2026. Emiten emas ini membukukan pertumbuhan laba signifikan, ditopang kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan.

Penjualan HRTA melompat 124,61% secara tahunan, atau year-on-year, menjadi Rp33,81 triliun pada paruh pertama 2026, dari Rp15,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu, berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas Indonesia. Volume penjualan emas murni naik 46,74% menjadi 13 ton, sementara harga jual rata-rata, atau average selling price, melonjak 53,21% menjadi Rp2,59 juta per gram.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menyebut reli harga emas memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Laba Bersih Naik 100%, Margin Menipis

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 100,86% secara tahunan menjadi Rp700,01 miliar. EBITDA turut tumbuh 68,75% menjadi Rp1,09 triliun. Margin laba kotor, atau gross profit margin, justru turun menjadi 3,69% dari sebelumnya 4,96%, sementara margin EBITDA menyempit menjadi 3,22% dari 4,28%.

“Margin tertekan karena skala pendapatan yang meningkat pesat, meskipun secara nominal profitabilitas tetap tumbuh kuat,” jelas Adrian.

Produksi Digenjot ke 60 Ton

Volume produksi HRTA mencapai 13.108 kilogram pada semester I 2026 dengan tingkat utilisasi 43,69%. Perseroan menargetkan kapasitas produksi meningkat hingga 60 ton pada 2026. Kiwoom mencermati pergeseran tren pasar, di mana permintaan konsumen lebih banyak mengarah ke produk emas batangan dibandingkan perhiasan.

Pangsa pasar HRTA secara keseluruhan turun menjadi 29,26% dari sebelumnya 32,30%, dengan penurunan signifikan pada segmen perhiasan. Segmen emas batangan tetap mendominasi dengan pangsa pasar 33,66%, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke instrumen investasi di tengah tingginya harga emas.

Baca Juga Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, ALFI Soroti Ketahanan Rantai Pasok

Neraca Solid, Rasio Utang Membaik

Struktur aset HRTA tetap solid dan likuid, dengan aset lancar mencapai 94% dari total aset sebesar Rp11,35 triliun. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas membaik menjadi 1,11 kali dari sebelumnya 1,25 kali.

Adrian menilai kinerja semester I 2026 mengonfirmasi kemampuan HRTA memanfaatkan momentum kenaikan harga emas. Ekspansi kapasitas produksi, keterlibatan dalam ekosistem bullion bank domestik, serta rencana sertifikasi London Bullion Market Association akan menjadi katalis pertumbuhan lanjutan. “Fokus berikutnya ada pada volatilitas harga emas, pengelolaan margin, serta penetrasi penjualan emas ke segmen institusi,” katanya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini