BRNA Gelar Rights Issue 543,95 Juta Saham, Simak Alokasi Dananya

EBuzz – PT Berlina Tbk (BRNA) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) atau rights issue kepada para pemegang saham perseroan.

Berdasarkan prospektus perseroan, BRNA akan menerbitkan sebanyak 543.950.000 saham baru atau setara dengan 55,56% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam aksi korporasi tersebut, BRNA juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 181.316.667 Waran Seri I. Waran tersebut akan diterbitkan menyertai saham biasa hasil pelaksanaan HMETD dan diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham yang melaksanakan HMETD.

Direktur Utama BRNA Pujihasana Wijaya mengatakan rights issue tersebut akan melibatkan mekanisme set-off atas pokok utang perseroan kepada PT Dwi Satrya Utama (DSU).

Menurutnya, DSU akan menggunakan hak tagih yang dimilikinya kepada BRNA sebagai setoran saham melalui mekanisme kompensasi atau set-off. Dana tersebut akan digunakan untuk melaksanakan HMETD yang menjadi hak DSU, termasuk HMETD yang diperoleh dari pengalihan pemegang saham lain apabila ada.

DSU juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam PMHMETD III. Dalam kapasitas tersebut, DSU akan membeli sebagian sisa saham yang berasal dari HMETD yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham lainnya. Seluruh pembelian tersebut akan dilakukan melalui mekanisme kompensasi atas pokok utang BRNA kepada DSU.

“Transaksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, mengurangi liabilitas Perseroan, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung kegiatan usaha dan pengembangan usaha ke depan,” kata Pujihasana dalam keterbukaan informasi, Selasa (4/8/2026).

Penggunaan Dana BRNA

Pujihasana menegaskan, dari aksi rights issue tersebut, BRNA berencana menggunakan dana sebesar Rp264,38 miliar untuk pelunasan pokok utang perseroan kepada DSU.

Sementara sisa dana hasil PMHMETD III akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Penggunaan tersebut mencakup pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya pengiriman, tenaga kerja langsung dan tidak langsung produksi, sewa, pemeliharaan dan reparasi, listrik, serta asuransi.

“Adapun dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, apabila pemegang waran menggunakan haknya, juga akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan,” tegasnya.

Baca Juga : IHSG Menguat ke 6.057, Sektor Energi dan Teknologi Jadi Penopang

Untuk melanjutkan aksi korporasi tersebut, BRNA akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini