Ubah Rugi Jadi Laba, Pendapatan GOTO Meroket 28,45%

EBuzz – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun atau meningkat 28,45% secara tahunan dibandingkan Rp8,55 triliun pada semester I-2025.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan Perseroan berhasil mempertahankan tren profitabilitas dengan mencatatkan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026). (30/7).

Baca Juga : GOTO Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Ini Penjelasannya

Lebih lanjut Hans menambahkan, pendapatan GoTo ditopang oleh pendapatan jasa pengiriman sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 16,48% YoY, serta pendapatan dari imbalan jasa sebesar Rp3,15 triliun.

“Perseroan juga membukukan pendapatan dari imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan sebesar Rp254,45 miliar,” katanya.

Implementasi Komisi Baru

Selain itu, GoTo mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun. Perseroan juga memperoleh dana dari pinjaman sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 64,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, total biaya dan beban Perseroan meningkat 16,87% secara tahunan menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun. Hingga 30 Juni 2026, total aset GoTo tercatat sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Hans menjelaskan, mulai 1 Juli 2026 Perseroan menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 untuk layanan transportasi roda dua Gojek.

“Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7 persen dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” terang Hans.

Menurutnya, perseroan tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. GoTo memperkirakan kontribusi bisnis On-demand Services akan menurun, sementara segmen Fintech diproyeksikan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja Grup.

“Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” imbuhnya.

Perseroan juga merevisi proyeksi kinerja segmen Fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun dari sebelumnya Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun. Sementara itu, proyeksi EBITDA segmen On-demand Services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, seiring dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8%.

Baca Juga : GoTo dan Grab Pangkas Potongan Komisi Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli 2026

Hans menambahkan, proyeksi tersebut didasarkan pada kondisi bisnis saat ini dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi ekonomi makro, serta berbagai faktor eksternal lainnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini