EBuzz – Indeks utama Wall Street ditutup anjlok tajam pada akhir perdagangan Rabu (29/7/2026), setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan tetap. Saham-saham chip terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence memperpanjang tren pelemahan menjelang rilis laporan kinerja triwulanan Microsoft dan Meta Platforms, sementara indeks Nasdaq 100 mencatatkan koreksi 11 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pada Juni.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 melemah 1,52 persen dan ditutup pada level 7.316,15. Indeks Nasdaq Composite turun 1,74 persen ke level 24.442,94, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi lebih dalam, anjlok 2,19 persen ke level 51.594,14.
Keputusan The Fed mempertahankan kisaran suku bunga acuan pada 3,5 persen hingga 3,75 persen tersebut tidak diambil secara bulat. Tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan dissent, dengan preferensi menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan kali ini.
Saham Teknologi Paling Tertekan
Indeks acuan S&P 500 menyentuh level terendah dalam sebulan terakhir, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi emiten teknologi terkoreksi sekitar 9 persen dari rekor tertingginya pada Juni. Indeks Nasdaq 100 sendiri turun 2,1 persen, memperpanjang tren pelemahan seiring investor melepas saham-saham terkait AI di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas besarnya belanja modal atau capital expenditure di sektor tersebut. Indeks ini terdiri dari kumpulan emiten non-keuangan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa Nasdaq.
Mayoritas pelaku pasar sebelumnya sudah memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di level saat ini. Inflasi tercatat berada di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun, dan hingga bulan lalu tekanan harga terus meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan pangan global.
“The Fed mempertahankan suku bunga saat ini, seperti yang diharapkan. Namun, pertanyaan yang lebih besar sekarang adalah, seberapa besar tekanan yang akan mereka miliki untuk menaikkan suku bunga pada bulan September? Inflasi sedang tinggi dan dengan melonjaknya harga minyak mentah, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya memang akan terjadi pada bulan September,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group.
Baca Juga Ubah Rugi Jadi Laba, Pendapatan GOTO Meroket 28,45%
Kekhawatiran Arus Kas Bebas Emiten Teknologi
Investor juga mencermati langkah sejumlah perusahaan besar AS yang terus memperdalam investasi terkait AI dan menyalurkan miliaran dolar ke teknologi yang masih berkembang tersebut, dengan konsekuensi tergerusnya free cash flow atau arus kas bebas.
Saham Meta Platforms anjlok 4 persen dalam perdagangan setelah jam bursa tutup atau after-hours trading, setelah perusahaan media sosial itu memproyeksikan belanja modal tahun 2026 berada di kisaran US$ 130 miliar hingga US$ 145 miliar, direvisi naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 125 miliar hingga US$ 145 miliar.

