Saham FORU dan OASA Melejit Jelang RUPS, Rights Issue Rp 27,1 Triliun Jadi Sorotan

EBuzz – Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) kompak menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2026), seiring dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh kedua emiten tersebut.

Untuk FORU, salah satu agenda utama dalam RUPS adalah persetujuan aksi korporasi berupa rights issue senilai Rp 27,1 triliun yang akan digunakan untuk mendanai akuisisi tambang.

Mengutip data RTI, saham OASA hari ini melesat 5,20% ke level Rp 364 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham ini bahkan telah menguat signifikan hingga 44,44%. Sementara secara year to date (YTD), saham OASA tercatat naik 37,88% sejak awal tahun.

Sementara itu, saham FORU melonjak 6,03% pada perdagangan hari ini ke level Rp 3.340 per saham. Meski demikian, dalam sepekan terakhir kinerja saham ini justru tercatat melemah 1,76%. Kendati begitu, secara YTD saham FORU masih mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan mencapai 98,81%.

Menanggapi pergerakan saham FORU, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, kinerja emiten tersebut masih tergolong prospektif, didorong oleh sentimen positif dari rencana rights issue. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prospek jangka panjang perseroan akan sangat bergantung pada alokasi penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut.

“Jika untuk ekspansi dengan imbal hasil jelas, prospeknya akan menarik. Namun, jika untuk membayar utang atau menutup kerugian operasional, bisa menjadi red flag untuk investor,” katanya kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga Kredit Perbankan Tumbuh 12,67% (yoy) pada Juni 2026, BI Pertahankan Proyeksi hingga 12%

Adapun untuk OASA, Wafi menilai strategi pengembangan proyek pembangkit listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dinilai lebih pragmatis dan realistis dibandingkan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) sebelumnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kontribusi pendapatan dari proyek-proyek tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan masih bersifat jangka panjang dan belum akan tercermin dalam waktu dekat.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini