EBuzz – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% sepanjang 2026 dengan memperluas pasar domestik dan meningkatkan kontribusi ekspor. Untuk itu, perseroan terus memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui inovasi produk dan layanan kustomisasi.

Perseroan mengembangkan berbagai produk bernilai tambah, mulai dari kain ramah lingkungan, kain antibakteri, kain daur ulang, hingga kain dengan spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Selain itu, BELL juga menawarkan layanan kustomisasi yang mencakup pemilihan bahan baku, tekstur, warna, serta spesifikasi lainnya.
Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, mengatakan inovasi menjadi fondasi utama perseroan dalam menjaga daya saing di tengah dinamika industri tekstil.
“Inovasi berkelanjutan adalah tulang punggung strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil. Melalui Trisula Innovation Center, kami tidak hanya mengembangkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan layanan kustomisasi yang menjadi pembeda utama kami dari pemain lain yang cenderung produksi massal,” ujar Karsongno dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026). (22/7).
Pengembangan Produk BELL

Karsongno menambahkan, untuk mendukung pengembangan produk, BELL mengandalkan Trisula Innovation Center (TIC) sebagai wadah kolaborasi antara perseroan dan pelanggan dalam proses inovasi, mulai dari tahap desain, pengembangan produk, hingga pengelolaan pasar. Perseroan menilai keberadaan TIC akan memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar baru.
Saat ini sekitar 90% pendapatan BELL masih berasal dari pasar domestik. Namun, perseroan menargetkan kontribusi pasar ekspor meningkat menjadi sekitar 10% pada 2026 melalui berbagai inisiatif yang dijalankan bersama TIC, termasuk penyelenggaraan empat online live trade show.
“Selain memperluas pasar ekspor, perseroan juga membidik peluang dari instansi pemerintah, khususnya pada segmen seragam korporasi dan produk jadi,” katanya.
Baca Juga : Efek Peremajaan Mesin, Margin Laba BELL Makin Tebal di Awal 2026
Untuk mendukung strategi tersebut, BELL akan mengoptimalkan kapasitas pabrik garmen di Solo guna menopang target pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun ini.

