EBuzz — PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi mengantongi lampu hijau untuk melakukan pemecahan nominal saham atau stock split, langkah korporasi yang diperkirakan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya di bursa. Rencana ini telah disetujui pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 26 Juni 2026.
Berdasarkan hasil RUPSLB, stock split akan dilakukan dengan rasio 1:5, di mana satu saham lama akan dipecah menjadi lima saham baru. Alhasil, nilai nominal saham RMKE akan turun dari Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham, sebuah langkah yang lazim dilakukan emiten untuk menurunkan harga saham per lembar dan memperluas basis investor ritel.
Sejalan dengan aksi korporasi ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh RMKE akan melonjak signifikan dari 4.375.000.000 saham menjadi 21.875.000.000 saham. Adapun total modal dasar perseroan turut membengkak dari 14 miliar saham menjadi 70 miliar saham, memberi ruang lebih besar bagi perseroan untuk aksi korporasi di masa mendatang.
Bagi investor yang sahamnya tercatat dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pelaksanaan stock split akan mengacu pada saldo saham di sub rekening efek masing-masing pada 20 Juli 2026, sebagai batas waktu pencatatan atau recording date.
“Selanjutnya pada 21 Juli 2026, saham dengan nilai nominal baru hasil pelaksanaan pemecahan saham akan didistribusikan melalui sub rekening efek masing-masing pemegang saham,” tulis manajemen RMKE dalam keterbukaan informasi kepada otoritas bursa.
Baca Juga Beban Utang Jatuh Tempo RI Melonjak 24% pada 2026, Tembus Rp749 Triliun
Dengan skema ini, investor yang sebelumnya memegang saham RMKE akan otomatis menerima tambahan saham baru sesuai rasio 1:5 tanpa perlu melakukan tindakan tambahan, sementara nilai total investasi secara teoritis tetap sama meski jumlah lembar saham bertambah.
Langkah stock split kerap menjadi strategi emiten untuk membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel, sekaligus berpotensi mendongkrak volume transaksi harian di pasar sekunder.

