S&P Soroti Proyeksi Pertumbuhan Indonesia di Bawah Target

EBuzz – S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook jangka pendek A-2, sebuah keputusan yang pada dasarnya menjaga status quo bagi investor global. Namun di balik angka yang stabil itu, lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat ini menyelipkan nada skeptis terhadap ambisi pertumbuhan ekonomi RI.

S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bertahan di bawah 5% hingga 2029, jauh panggang dari api dibandingkan target pemerintah yang mematok angka mendekati 8%. Gap sebesar itu menjadi sinyal bahwa pasar global masih memandang ambisius rencana akselerasi ekonomi Indonesia.

Catatan S&P tak berhenti di situ. Utang pemerintah diperkirakan naik rata-rata 2,9% terhadap PDB setiap tahun sepanjang 2026-2029. Beban bunga utang terhadap pendapatan negara pun diproyeksi bertahan di atas 15% pada 2026-2027, sebelum akhirnya melandai ke bawah 15% seiring ekspektasi penurunan suku bunga dan perbaikan pertumbuhan pendapatan negara.

Dengan asumsi tersebut, rasio utang pemerintah umum bersih terhadap PDB diperkirakan merangkak naik ke 37,4% pada akhir 2029, dari posisi 36,4% pada 2024.

Baca Juga Transaksi Saham Sepi, Bos BEI Ungkap Bukan Efek Pidato Prabowo

Meski rating dipertahankan, kombinasi antara proyeksi pertumbuhan yang lesu dan beban bunga yang masih tinggi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika target pertumbuhan 8% tetap ingin dikejar tanpa mengorbankan kesehatan fiskal.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini