EBuzz — Basis investor ritel PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) terus melebar, seiring solidnya kinerja keuangan bank syariah terbesar di Indonesia tersebut hingga April 2026.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek terintegrasi per akhir Juni 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) BRIS bertambah 611 pihak baru. Dengan tambahan tersebut, total investor pemegang akun SID naik menjadi 131.313 pihak, dari posisi bulan sebelumnya sebanyak 130.702 pihak.
Masuknya ratusan pemodal ritel baru turut mengerek volume saham publik dengan porsi kepemilikan di bawah 5%, yang kini tercatat sebesar 4.568.330.427 lembar saham atau setara 9,91% dari modal ditempatkan. Sementara itu, mayoritas saham BRIS tetap dikuasai pemegang saham pengendali, mencerminkan struktur kepemilikan yang relatif stabil di tengah masuknya pemain-pemain baru di pasar.
Kinerja Jadi Daya Tarik
Minat investor ritel terhadap saham BRIS tak lepas dari kinerja keuangan perseroan yang terus membaik. Laba bersih BSI tumbuh 17,8% secara tahunan (yoy) per April 2026 menjadi Rp2,8 triliun, ditopang oleh pertumbuhan dana murah alias current account savings account (CASA) serta kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Pertumbuhan CASA yang solid mengindikasikan efisiensi biaya dana (cost of fund) BSI tetap kompetitif, sementara terjaganya kualitas pembiayaan menunjukkan manajemen risiko perseroan berjalan sesuai jalur di tengah ekspansi bisnis, termasuk rencana pembukaan kantor cabang luar negeri di Arab Saudi pada akhir tahun ini.
Baca Juga BSI (BRIS) Bidik Buka Cabang di Arab Saudi Akhir 2026
Kombinasi antara pertumbuhan basis investor ritel dan kinerja fundamental yang solid ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham BRIS ke depan, di tengah perhatian pasar terhadap prospek sektor perbankan syariah nasional.

