EBuzz – Emiten produsen bata ringan yang terafiliasi Hermanto Tanoko PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) pada periode kuartal I-2026, berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar sekitar Rp334 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 6,4% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong profitabilitas perseroan, di mana laba bersih melonjak lebih dari 40 kali lipat secara tahunan menjadi Rp46,88 miliar. Penjualan bata ringan jenis Autoclaved Aerated Concrete (AAC) tercatat masih menjadi kontributor utama pendapatan.

Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, memaparkan bahwa, memasuki paruh kedua tahun ini, industri bahan bangunan dinilai mulai menunjukkan momentum yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Berlanjutnya pembangunan proyek perumahan, kawasan industri, gudang logistik, hingga proyek infrastruktur menjadi faktor penopang permintaan material konstruksi di pasar domestik.
“Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional,” ucap Andrew dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).
Andalkan 6 Jaringan Pabrik untuk Efisiensi Logistik

Lebih lanjut Andrew mengungkapkan, dalam struktur operasionalnya, BLES mengandalkan kapasitas produksi mencapai sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Skala produksi tersebut ditopang oleh kepemilikan enam fasilitas produksi yang tersebar di wilayah Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Katanya, pemilihan lokasi strategis ini difungsikan untuk memperluas jangkauan distribusi sekaligus menekan beban efisiensi logistik ke wilayah pemasaran.
“Manajemen menjelaskan bahwa selain memperkuat kapasitas output, perseroan tengah berfokus mengoptimalkan produktivitas pabrik dan pengelolaan rantai pasok (supply chain) yang lebih terintegrasi. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk mempertahankan margin profitabilitas di tengah peta persaingan industri bahan bangunan, tuturnya.
Baca Juga : Laba Emiten Bata Ringan Hermanto Tanoko (BLES) Ambles 47,6% di 2025
Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia, Perseroan meyakini memiliki posisi yang kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan permintaan bata ringan di pasar domestik.

