Kejar Target Net Zero Emission, Futura Energi (FUTR) Bidik 5 Proyek EBT

EBuzz – PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mengumumkan pengalihan fokus operasional perseroan ke sektor energi hijau. Langkah ini menandai babak baru bagi perseroan yang sebelumnya bergerak di sektor industri kreatif dan jasa konsultasi untuk bertransisi penuh menjadi penyedia energi bersih nasional.

Guna mengimplementasikan komitmen jangka panjang tersebut, manajemen korporasi telah merumuskan sejumlah rencana strategis. Beberapa di antaranya meliputi ekspansi masif pada proyek ramah lingkungan, memperkuat jaringan kemitraan global, serta penerapan transformasi digital pada sistem operasional.

Baca Juga : Aksi Borong Saham Berlanjut, Anggara Suryawan Serok 302 Ribu Saham FUTR

Direktur Utama FUTR, Anggara Suryawan, memaparkan bahwa diversifikasi dan pengembangan usaha baru yang akan dieksekusi oleh perseroan mencakup berbagai subsektor Energi Baru Terbarukan (EBT) potensial.

Komoditas tersebut di antaranya adalah energi panas bumi (geothermal), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perdagangan karbon (carbon credit), hingga Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

“Bisnis baru ini akan dilakukan melalui anak usaha. Layanan efisiensi energi melalui anak usaha,” jelas Anggara Suryawan dalam pemaparan publik (public expose) perseroan di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Anggara menambahkan bahwa dalam mengeksekusi portofolio hijau ini, perseroan tengah memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal maupun internasional demi meningkatkan transfer teknologi serta mengoptimalkan efisiensi proyek di lapangan.

“Perseroan secara aktif membuka peluang kerjasama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis,” imbuhnya.

Pipeline Proyek EBT FUTR

Menurutnya, langkah taktis yang diambil oleh manajemen FUTR diklaim sejalan dengan agenda strategis pemerintah Indonesia terkait program transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

“Hal ini juga dinilai memberikan keunggulan kompetitif bagi perseroan dalam memanfaatkan peluang regulasi yang dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 beserta sejumlah insentif fiskal lainnya,” papar Anggara.

Dalam memetakan target operasionalnya, saat ini perseroan tengah mematangkan pengerjaan beberapa proyek strategis di wilayah Indonesia Tengah. Salah satu proyek yang sedang dalam tahap pengembangan berjalan adalah fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Provinsi Bali dengan kapasitas mencapai 130 Megawatt (MW).

“Pengembangan tersebut merupakan komitmen perseroan di sektor bisnis energi terbarukan dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International,” ucapnya.

Di sisi lain, ekspansi FUTR juga mendapat dukungan penuh dari struktur pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Aurora Dhana Nusantara, yang tercatat telah mengamankan aset pembangkit listrik panas bumi melalui anak usahanya, PT Sejahtera Alam Energy (SAE).

“Saat ini, SAE telah memiliki PPA (Power Purchase Agreement) dengan kapasitas 220 MW dengan nilai investasi sebesar US$80 juta,” tutup Anggara.

Baca Juga : Kinerja Memburuk, Pendapatan FUTR Ambles 65 Persen Jadi Rp32,73 Miliar

Guna menggenjot volume kapasitas portofolionya di masa mendatang, emiten berkode saham FUTR ini juga dilaporkan sedang berpartisipasi aktif dalam sejumlah proses lelang (tender) serta penjajakan proyek EBT baru. Adapun kapasitas indikatif yang diincar dari proses tender tersebut mencakup proyek geothermal sebesar 100 MW, PLTS sebesar 100 MW, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro dengan kapasitas mencapai 150 MW.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini