EBuzz – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyepakati alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk memperkuat pos permodalan internal emiten, sehingga perseroan absen membagikan dividen tunai.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten grup Sinar Mas ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,55 triliun. Pemegang saham menyetujui alokasi Rp2,00 miliar dari laba tersebut sebagai dana cadangan wajib.

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp2,54 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan demi menopang ekspansi bisnis dan memperkokoh struktur modal kerja.
“Penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE,” kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Kinerja BSDE

Di tengah volatilitas makroekonomi, BSDE melaporkan realisasi kinerja operasional yang solid. Emiten berhasil mengantongi prapenjualan atau marketing sales senilai Rp10,04 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini setara 100,4% dari target tahunan yang dipatok di angka Rp10,00 triliun, atau tumbuh 3% secara tahunan (yoy) dari capaian 2024 sebesar Rp9,72 triliun.
Selain itu, di sepanjang tahun 2025 emiten properti milik Sinar Mas ini berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp12,79 triliun. Dan, laba bersih sebesar Rp2,55 triliun.
Baca Juga : BSDE Bidik Marketing Sales Rp10 Triliun di 2026, Begini Strateginya
Selain menetapkan pos penggunaan laba, RUPST BSDE turut meresmikan perubahan struktural di jajaran pengurus perseroan. Pemegang saham menerima permohonan pengunduran diri dua petinggi emiten, yakni Muktar Widjaja dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris serta Michael J.P. Widjaja yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur perseroan.

