EBuzz – Emiten pertambangan logam mulia, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), merealisasikan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk mempercepat pengembangan operasional Proyek Tambang Emas Pani di Gorontalo.
Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, menyampaikan bahwa realisasi penggunaan dana IPO berjalan sesuai rencana demi mendukung kesiapan Tambang Emas Pani dalam meningkatkan skala produksi pada semester II-2026. Selain itu, langkah ini dilakukan seiring dengan masuknya tambang tersebut ke fase produksi awal dan ramp-up operasional.

“Realisasi dana IPO berjalan sesuai rencana untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani sebagai aset utama Perseroan. Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan secara disiplin dan terukur guna mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Lebih lanjut Boyke menambahkan, selain memperkuat kapasitas heap leach, perseroan memulai pekerjaan awal fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) sejak akhir 2025 sebagai pilar pengolahan jangka panjang. Konstruksi ini mencakup pembangunan CIL pad, fasilitas pendukung kontraktor, serta persiapan tailing storage facility.
Menurutnya, manajemen juga sedang memfinalisasi pembaruan Definitive Feasibility Study (DFS) dengan target pengambilan Final Investment Decision (FID) pada akhir kuartal II-2026.
“Melalui kombinasi metode heap leach dan CIL, sebagian besar volume produksi emas perseroan tahun ini diproyeksikan terealisasi pada semester II-2026. Sepanjang tahun buku 2026, EMAS menetapkan target produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ounces,” lanjutnya.
Target Produksi Bijih

Selain itu di sisi operasional tambang, target produksi bijih ditetapkan sebesar 2,5 juta ton. Target ini didukung oleh pengembangan jalan angkut (haul road) serta optimalisasi armada berkapasitas besar guna menekan efisiensi biaya per unit (unit cost).
“Hingga saat ini, EMAS telah menyelesaikan program pengeboran awal di prospek Kolokoa sebanyak 54 lubang bor dengan total panjang 11.701,6 meter. Berdasarkan program tersebut, perseroan menetapkan Exploration Target di Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 g/t hingga 0,5 g/t. Adapun estimasi perdana sumber daya mineral (mineral resources) ditargetkan rilis pada kuartal II-2026,” tegas Boyke.
Baca Juga : Kejar Cadangan Baru, Merdeka Gold (EMAS) Eksekusi Deep Drilling di Tambang Pani
Pada kuartal I-2026, EMAS membukukan produksi emas awal sebesar 1.818 ounces dengan volume penjualan perdana mencapai 516 ounces. Capaian tersebut menandai dimulainya transisi dari tahap konstruksi menuju operasi komersial. Untuk mendukung peningkatan penumpukan bijih, perseroan tengah mengembangkan area tambahan heap leach pad secara bertahap sepanjang semester I-2026.

