EBuzz – Emiten jasa pendidikan dan pelatihan perhotelan, PT Idea Indonesia Tbk (IDEA), membidik tahun buku 2026 sebagai fase strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan kinerja dan ekspansi global.
Optimisme perseroan ditopang oleh proyeksi stabilitas makroekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh di kisaran 5% serta tren pemulihan positif pada pasar hospitality internasional. Disisi lain, saat ini, jangkauan operasional IDEA telah tersebar di kota-kota strategis seperti Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Pekanbaru.
Direktur Utama IDEA, Eko Desriyanto, menjelaskan bahwa ekspansi kapasitas armada dan pembukaan rute baru di industri kapal pesiar dunia membuka peluang penyerapan tenaga kerja asal Indonesia dalam skala besar.
“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan tenaga kerja terampil internasional, di mana Indonesia menjadi salah satu pemasok paling kompetitif di Asia,” ungkap Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).
Ekspansi Kemitraan Global

Eko menambahkan, untuk menangkap peluang pasar pada tahun ini, emiten yang telah beroperasi selama 16 tahun tersebut menyiapkan strategi ekspansi kemitraan internasional. Langkah ini direalisasikan melalui perluasan kerja sama dengan mitra global untuk meningkatkan volume penempatan kerja sekaligus memperkuat daya saing lulusan di pasar luar negeri.
Dari sisi operasional, IDEA tengah fokus menjalankan transformasi digital guna mengerek efisiensi biaya. Digitalisasi diterapkan pada sistem operasional perusahaan dengan target menekan beban operasional (opex) serta mendorong peningkatan margin laba bersih.
“Perseroan melakukan diversifikasi sumber pendapatan baru melalui program pelatihan korporasi (B2B training), sertifikasi profesi nasional, serta optimalisasi platform digital berbasis pembelajaran hybrid,” lanjutnya.
Baca Juga : Kinerja Cemerlang! Laba Bersih Idea Indonesia Akademi (IDEA) Naik 200 Persen di 2025
Dirinya menegaskan, guna mendukung pertumbuhan jangka panjang, manajemen turut memperkuat tata kelola keuangan dengan menjaga stabilitas arus kas, memperkuat manajemen risiko, serta menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Dalam rangka memperluas basis peserta didik baru pada periode berjalan, perseroan mengandalkan inovasi program pelatihan berdurasi pendek, yakni 3 hingga 4 bulan. Program ini dirancang terintegrasi agar para lulusan dapat langsung terserap pada pos penempatan kerja di industri perhotelan dan kapal pesiar global,” tutup Eko.

