EBuzz – Kebijakan terbaru lembaga pemeringkat indeks global, FTSE Russell, terkait penanganan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), dinilai sebagai langkah penyesuaian teknis dan bagian dari monitoring terhadap reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fat Aliansyah Budiman, menjelaskan bahwa FTSE Russell saat ini memilih untuk melanjutkan kebijakan pembekuan (freeze) yang telah diterapkan pada review terdahulu. Langkah ini diambil sembari memantau perkembangan reformasi pasar di dalam negeri.

“FTSE menyebutkan bahwa mereka akan melanjutkan freeze yang sebelumnya sudah dilakukan pada review sebelumnya. Jadi sebenarnya kalau diperhatikan secara seksama, baik MSCI maupun FTSE sejauh ini, mereka sedang mereview apa yang sedang dilakukan dalam skala yang besar, reformasi di Indonesia ini,” ujar Fat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).
Fat melanjutkan, berdasarkan analisis Maybank Sekuritas, terdapat perbedaan mendasar antara pengumuman FTSE Russell periode ini dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada penyesuaian sebelumnya, FTSE masih memberikan ruang fleksibilitas dua arah, yang memungkinkan adanya kenaikan maupun penurunan bobot saham.
“Pada review terbaru, kebijakan institusi indeks global tersebut bergeser menjadi satu arah dan lebih berfokus pada penyesuaian yang bersifat negatif. Penyesuaian tersebut meliputi penurunan kelas maupun penghapusan konstituen saham yang teridentifikasi masuk dalam kategori HSC,” lanjutnya.
Daftar Konsituen Saham

Dirinya juga menegaskan, langkah taktis yang diambil FTSE Russell ini dinilai sejalan dengan pendekatan yang sebelumnya telah dieksekusi oleh MSCI terhadap pasar ekuitas Indonesia. Pelaku pasar domestik dilaporkan telah mengantisipasi kebijakan interim freeze dari FTSE ini setelah berkaca pada keputusan MSCI sebelumnya.
Dalam laporan resmi yang dirilis oleh FTSE Russell, saham emiten yang saat ini masuk ke dalam daftar pengawasan ketat kategori HSC adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
“Untuk FTSE sendiri saat ini yang masuk ke dalam saham list HSC itu hanya DSSA. Jadi kalau diperhatikan yang membedakan sama MSCI, yang dikeluarkan dari FTSE sudah pasti itu hanya DSSA, sejauh ini kalau berdasarkan informasi yang dirilis sama pihak FTSE,” kata Fat.
Baca Juga : Emiten HSC Dibuang MSCI dan FTSE Russell, Bos BEI Sebut Konsekuensi Jangka Pendek
Maybank Sekuritas mengingatkan para pelaku pasar dan pengelola dana bahwa fluktuasi kebijakan indeks global seperti FTSE Russell maupun MSCI pada dasarnya murni berkaitan dengan metodologi indeks, likuiditas perdagangan harian, serta kebutuhan replikasi bagi reksa dana passive fund.

