Emiten PMUI Pasang Target Penjualan dan Laba Tumbuh Double Digit di 2026

EBuzz – Emiten yang bergerak di sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) membidik pertumbuhan pos penjualan serta laba bersih minimal sebesar 10% hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong utama (growth driver) kinerja perseroan pada tahun berjalan adalah adanya konsolidasi industri di tingkat operator jaringan (prinsipal), yakni aksi merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).

Menurutnya, integrasi kedua operator telekomunikasi raksasa tersebut dinilai berpotensi mengerek pendapatan operasional perseroan, seiring dengan variasi produk yang dipasarkan oleh PMUI kini menjadi lebih beragam.

“Faktor pendorong kinerja saat ini adalah dampak dari mergernya XL dan Smartfren,” jelas Agus dalam pemaparannya, Senin (18/5/2026). (19/5).

Agus menilai target pertumbuhan double digit tersebut realistis untuk dicapai mengingat performa keuangan awal tahun menunjukkan tren ekspansif. Di mana, berdasarkan laporan keuangan interim Kuartal I-2026, PMUI membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 23% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, kinerja pos bottom-line perusahaan juga mencatatkan kenaikan signifikan. Laba bersih PMUI pada Kuartal I-2026 dilaporkan melesat hingga 80% jika disandingkan dengan capaian per Kuartal I-2025.

“Realisasi performa kuartalan ini memperkuat proyeksi manajemen bahwa trajektori bisnis saat ini telah berada di jalur yang sejalan dengan target tahunan,” lanjutnya.

Langkah Ekspansi dan Diversifikasi Sektor Perhotelan

Guna mengawal keberlanjutan pertumbuhan di tengah ketatnya lanskap kompetisi industri, PMUI telah menyiapkan sejumlah strategi taktis. Emiten yang saat ini mengoperasikan 93 area operasional di berbagai provinsi di Indonesia ini berkomitmen untuk terus menambah cakupan wilayah distribusi baru demi memperluas jangkauan pasar sekaligus mengamankan pemenuhan indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) dari pihak prinsipal.

“PMUI mulai mengeksekusi strategi diversifikasi bisnis untuk memperkuat fundamental keuangan jangka panjang,” tegas Agus.

Baca Juga : PMUI Bentuk Anak Usaha di Sektor Perhotelan

Langkah diversifikasi sektor serta ekspansi area geografis ini diharapkan mampu memitigasi risiko adanya perubahan skema perhitungan komisi dari pihak prinsipal di masa mendatang, yang sebelumnya sempat menekan margin laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 lalu.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini