EBuzz – Emiten data center milik Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mendapatkan suntikan dana jumbo melalui Fasilitas Kredit Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) pada 30 April 2026. Perolehan dana ini ditujukan untuk mengakselerasi pembangunan fasilitas pusat data demi memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat.
Corporate Secretary DCII, Indri Koesindrijastoeti, mengungkapkan bahwa limit kredit yang diraih mencapai Rp17 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan sebagai belanja modal (capex) untuk menuntaskan berbagai proyek infrastruktur data center perseroan.
“Fasilitas Kredit Investasi dengan total limit kredit sampai dengan Rp17 triliun yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal Perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak,” tutur Indri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026). (6/5).
Jaminkan Aset Strategis

Indri melanjutkan, sebagai jaminan atas fasilitas kredit tersebut, DCII menjaminkan aset-aset strategis perusahaan. Agunan tersebut mencakup bidang tanah beserta bangunan yang ada di atasnya, hingga mesin dan peralatan pusat data milik perseroan.
“DCII akan memberikan agunan kredit yang secara umum meliputi bidang-bidang tanah berikut bangunan dan/atau segala sesuatu yang berdiri dan/atau akan berdiri di atasnya yang dimiliki Perseroan, seluruh mesin dan peralatan data center Perseroan yang ada maupun yang akan diperoleh di kemudian hari,” jelasnya.
Selain aset fisik, perseroan juga menyertakan rekening giro di Bank BCA sebagai agunan sementara hingga proses pengikatan agunan lainnya selesai, serta tagihan atas klaim asuransi. Manajemen memastikan bahwa penambahan utang ini telah dihitung secara matang dan tidak akan mengganggu stabilitas perusahaan.
“Transaksi Penambahan Fasilitas Kredit ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” tegas Indri.
Baca Juga : Pecah Rekor, Laba Emiten Toto Sugiri (DCII) Tembus Rp1 Triliun di 2025
Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang DCII di tengah persaingan bisnis pusat data yang semakin kompetitif. Menurutnya, fasilitas ini bersifat aditif dan tidak mengubah fokus bisnis utama perusahaan.

“Fasilitas ini juga memperkuat struktur pendanaan jangka panjang Perseroan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Secara substansial, transaksi ini bersifat aditif terhadap kapasitas keuangan Perseroan dan tidak merubah kegiatan usaha utama Perseroan,” pungkasnya.

