EBuzz – PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sepanjang kuartal I-2026 sebesar Rp2,9 miliar atau melesat tajam 80,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,6 miliar.
Pertumbuhan laba emiten spesialis jasa hygien dan pest control ini ditopang oleh kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 17% secara tahunan (YoY) menjadi Rp100,3 miliar. Di mana, segmen jasa pengendalian hama menjadi kontributor utama dalam kenaikan pendapatan perseroan sebesar 50,3%. Selain itu, jasa hygien tetap kokoh sebagai tulang punggung pendapatan dengan kontribusi Rp46,9 miliar atau setara 46,8% dari total kue pendapatan grup.

Direktur Utama HYGN, Wincent Yunanda, menyatakan optimisme tinggi terhadap ketangguhan kinerja perseroan untuk sisa tahun ini. Keyakinan tersebut didasari oleh posisi orderbook yang sangat solid per Maret 2026.
Adapun, kontrak berjalan tersebut terdiri dari Jasa Hygiene senilai Rp191,5 miliar, jasa kebersihan sebesar Rp133,9 miliar, dan jasa pengendalian hama sebesar Rp63,6 miliar. Sebagai langkah ekspansi masa depan, HYGN juga telah meresmikan perusahaan patungan (joint venture) bersama Nafas untuk menghadirkan ecoCare Pure Air, solusi kualitas udara pintar berbasis IoT.
“Performa perusahaan sepanjang tahun 2026 diproyeksikan akan lebih resilien dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini didukung oleh posisi orderbook per Maret 2026 yang solid dengan total nilai kontrak berjalan mencapai Rp389,0 miliar,” ungkap Wincent Yunanda dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026). (4/5).

Menurutnya, naiknya profitabilitas ini juga tercermin dari margin laba operasional yang merangkak naik ke level 4,3% dari posisi sebelumnya 2,5%. “Performa ini merupakan hasil nyata dari investasi besar-besaran pada tahun fiskal 2025, yang mencakup penguatan sumber daya manusia, infrastruktur digital, serta diversifikasi kapabilitas layanan,” ungkapnya.
Baca Juga : Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Raih Pendapatan Rp 309,3 M di 2024
Wincent menegaskan, perusahaan akan tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global, termasuk tensi di Timur Tengah, dengan cara memperketat pengawasan struktur biaya demi menjaga efisiensi operasional sepanjang tahun berjalan.
“Perseroan tidak menutup mata terhadap risiko makro,” singkat Wincent.

