EBuzz-PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada Kamis, 30 April 2026. Meski berhasil membukukan performa positif sepanjang tahun lalu, ada keputusan menarik terkait penggunaan keuntungan perusahaan yang patut disimak oleh para investor.
Laba Rp106 Miliar Masuk Kantong Cadangan
Dalam agenda rapat kedua, pemegang saham menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp106.175.237.428. Alih-alih dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham, seluruh laba tersebut diputuskan untuk dimasukkan sebagai Cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan perseroan.
Langkah ini mensinyalir strategi emiten produsen minyak goreng Hanaau ini untuk memperkuat struktur permodalan internal guna menghadapi tahun buku 2026.
Restu untuk Laporan Keuangan dan Direksi
Selain masalah laba, rapat juga memberikan “lampu hijau” atas laporan tahunan dan tugas pengawasan Dewan Komisaris selama tahun 2025. Laporan keuangan perseroan yang diaudit oleh KAP Purwanto, Sungkoro dan Surja (Ernst & Young Global Limited) mendapatkan opini wajar dalam semua hal yang material.
Atas hasil tersebut, para pemegang saham memberikan status volledig acquit et de charge atau pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan mereka selama tahun 2025.
Poin Penting Lainnya dalam RUPST 2026:
Realisasi Dana IPO: Perseroan telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban mengenai penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana (IPO) dan diterima dengan baik oleh pemegang saham.
Penunjukan Auditor 2026: Dewan Komisaris kini memegang wewenang untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen guna mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Remunerasi Ketat: Penentuan honorarium dan tunjangan bagi Direksi dan Komisaris kini dilimpahkan kepada Dewan Komisaris, namun dengan syarat wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Pengendali serta Komite Nominasi dan Remunerasi.
Keputusan ini menegaskan fokus CBUT pada penguatan saldo laba ditahan untuk menjaga stabilitas finansial di tengah dinamika pasar tahun 2026.

