CDIA Kantongi Pendapatan US$41,2 Juta di Q1, Intip Proyek Strategis Terbarunya

EBuzz – Emiten infrastruktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus tancap gas mempercepat ekspansi platform aset logistik, energi, air, hingga pelabuhan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pendapatan Perseroan tumbuh 19% secara tahunan (YoY) menjadi US$41,2 juta pada Kuartal I-2026.

Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menjelaskan bahwa, pertumbuhan top line ini ditopang oleh eksekusi disiplin terhadap berbagai proyek strategis. Sementara itu, langkah taktis yang dijalankan sejak tahun lalu mulai memperkuat basis bisnis Perseroan secara signifikan.

“Ekspansi strategis yang dijalankan sejak 2025, termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat serta peningkatan kapasitas energi surya, berhasil memperkuat basis bisnis Perseroan. Langkah tersebut turut mendorong adjusted EBITDA melonjak 125,4 persen (YoY) menjadi USD14,1 juta,” ujar Jonathan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2026). (30/4).

Armada CDIA

Jonathan menambahkan, di sektor logistik maritim, CDIA menambah armada kapal tanker kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT hasil kolaborasi dengan Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, Jepang. Kapal ini diproyeksikan mulai beroperasi tahun ini untuk melayani pasar domestik hingga kawasan Asia dan Eropa. Selain itu, Perseroan menargetkan total kepemilikan armada mencapai 20 kapal pada akhir 2026.

Pengembangan berbasis dana IPO pun terus berjalan, mencakup pembangunan tangki penyimpanan, pipa etilena, hingga tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik yang ditargetkan rampung tahun ini.

“Sektor energi juga mencatatkan peningkatan kapasitas tenaga surya menjadi 11 MWp, dengan tambahan 5 MWp yang tengah dikembangkan. Sementara di segmen air, CDIA menambah kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng serta membangun pengolahan air limbah di Cilegon,” pungkasnya.

Laporan keuangan Perseroan mencatat laba kotor naik menjadi US$10,07 juta dari US$9,20 juta pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laba sebelum pajak tercatat turun menjadi USD11,93 juta dari US$30,25 juta.

xr:d:DAFwjTueCzk:23,j:3963573159216907302,t:23100917

Baca Juga : Perkuat Distribusi Logistik, CDIA Tambah Kapal Kimia Kapasitas 9.000 DWT

Penurunan ini dipicu oleh berbaliknya pos lain-lain bersih dari keuntungan US$14,72 juta menjadi kerugian US$360,3 ribu. Sejalan dengan itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$8,40 juta, turun dari US$28,17 juta pada Kuartal I-2025. Total aset Perseroan melonjak menjadi US$1,90 miliar per 31 Maret 2026, dengan posisi likuiditas yang melimpah sebesar US$954,2 juta.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini