EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa proses suksesi kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dimulai dengan masuknya berkas pendaftaran calon direksi secara resmi. Saat ini, sudah ada dua paket calon yang mendaftarkan diri untuk bertarung menjadi Direksi BEI periode 2026-2030.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi awal terkait kelengkapan persyaratan administrasi dari para pendaftar.
OJK juga telah membentuk panitia seleksi (Pansel) yang bertugas mengawal proses pemilihan Direksi BEI, serta proses paralel untuk Direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Komisaris Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
“Sudah ada paket yang masuk. Kami sudah membentuk juga secara resmi di OJK panitia seleksi atau pemilihan atas paket calon Direksi Bursa Efek Indonesia dimaksud. Nanti pada saatnya secara administratif lolos, tentu akan ada kelengkapan administrasi yang harus kita pastikan dulu, baru kita akan melangkah ke proses penilaian kemampuan dan kompetensi yang bersangkutan,” ungkap Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Figur Direksi BEI

Hasan menambahkan bahwa, rincian mengenai komposisi figur di dalam paket calon tersebut belum dapat dipublikasikan hingga proses verifikasi administrasi rampung guna menjaga etika proses seleksi.
Menurutnya, kelompok pemegang saham atau Anggota Bursa (AB) pengusung memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan integritas serta kecakapan kompetensi calon yang mereka ajukan sebelum diserahkan kepada tim Pansel yang beranggotakan internal Otoritas Jasa Keuangan.
Baca Juga : Direksi BEI 2026–2030 Segera Berganti, OJK Tekankan Integritas dan Investor
“Tapi prinsipnya semua pengusung dalam hal ini harus memastikan kelengkapan administrasi di awal, dan kecakapan kompetensi maupun integritas dari calon-calon yang mereka usung,” jelasnya.
Diketahui, sistem pemilihan direksi bursa sendiri dilakukan melalui mekanisme paket, di mana Anggota Bursa (AB) mengusulkan satu tim lengkap yang terdiri dari Direktur Utama beserta jajaran direktur fungsional lainnya. Hingga saat ini, tercatat telah beredar lima paket calon direksi yang disiapkan oleh Anggota Bursa untuk diajukan kepada regulator.

