EBuzz – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1,2 triliun pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi dan peningkatan layanan. Alokasi tersebut difokuskan untuk memperkuat fasilitas medis, khususnya bagi segmen pasien non-BPJS.
Direktur Utama HEAL, Yulisar Khiat, menyampaikan bahwa sebagian capex akan digunakan untuk pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi guna meningkatkan kualitas layanan perseroan.
Di mana, perseroan menargetkan peningkatan kontribusi pasien non-BPJS hingga 40% pada akhir 2026, dari posisi sekitar 20% pada tahun sebelumnya. Target tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan.
“Sebagian capex akan dialokasikan untuk pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi guna meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak dokter spesialis dan subspesialis untuk bergabung,” ujar Yulisar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026). (24/4).
Ekspansi Jaringan Rumah Sakit

Yulisar melanjutkan, porsi belanja untuk peningkatan teknologi diperkirakan mencapai 35–40% dari total capex. Namun demikian, alokasi tersebut masih berpotensi berubah seiring dengan rencana pembangunan rumah sakit baru yang tengah disiapkan perseroan.
“Untuk ekspansi jaringan, perseroan membuka peluang pembangunan rumah sakit baru di luar Pulau Jawa. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap kajian kelayakan, dengan rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) pada kuartal III atau IV 2026 apabila dinilai sesuai dengan model bisnis perusahaan,” sambungnya.
Baca Juga : Laba Tembus Rp549 M, Hermina (HEAL) Bagi Dividen Rp13,5 per Saham
Sebagai informasi, perseroan telah meresmikan satu rumah sakit baru di Badung yang menjadi fasilitas ke-53 dalam jaringan. Selain itu, perusahaan juga menargetkan peresmian rumah sakit baru di Kepanjen pada kuartal III-2026.

